Kekurangan Guru Capai 304 Orang

Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Benteng, kekurangan guru di Kabupaten Benteng mencapai 304 orang. Terkhusus guru SD, rincian kekurangan adalah 99 orang guru kelas, guru agama sebanyak 13 orang dan guru olahraga sebanyak 24 orang.
Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Benteng, kekurangan guru di Kabupaten Benteng mencapai 304 orang. Terkhusus guru SD, rincian kekurangan adalah 99 orang guru kelas, guru agama sebanyak 13 orang dan guru olahraga sebanyak 24 orang.

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Jumlah guru yang mengabdi di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) saat ini masih belum mencukupi.
Dari data yang berhasil dihimpun Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Benteng, kekurangan guru di Kabupaten Benteng mencapai 304 orang.
Terkhusus guru SD, rincian kekurangan adalah 99 orang guru kelas, guru agama sebanyak 13 orang dan guru olahraga sebanyak 24 orang.

Kemudian untuk guru SMP, yakni guru agama 10 orang, guru PKN sebanyak 10 orang, Bahasa Indonesia sebanyak 2 orang, guru matematika 2 orang, seni budaya dan keterampilan 32 orang, guru pendidikan, jasmani dan kesehatan (Penjaskes) 22 orang, dan muatan lokal (mulok) sebanyak 32 orang.
Selain itu, guru TIK atau prakarya juga dibutuhkan 33 orang dan guru BK 35 orang.
Kepala Dikpora Kabupaten Benteng, H Meizuar SH MM mengatakan, mayoritas guru yang sangat kurang yakni guru olahraga. Secara keseluruhan, kekurangan guru paling banyak terdapat pada sekolah-sekolah yang berada di pedalaman.

“Secara keseluruhan, kebutuhan guru mencapai 304 orang,” kata Meizuar.
Meizuar melanjutkan, selama ini kekurangan guru ditutupi dengan adanya bantuan tenaga pengajar dari guru tidak tetap atau tenaga honorer.
Sebab itu, ke depan akan adanya pemerataan guru di wilayah pedalaman Kabupaten Benteng. Sehingga selaku guru sudah diwajibkan siap untuk mengajar di sekolah manapun. Baik di sekolah jalan lintas maupun kecamatan dalam. Bahkan, untuk saat ini diketahui sedang dilakukan evaluasi kinerja untuk dilakukan proses mutasi guru maupun kepala sekolah.

“Jika dari evaluasi yang dilakukan ada guru yang membandel dalam menjalankann tugas. Kami akan mengambil kebijakan untuk memindahtugaskannya,” tegas Meizuar.(135)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*