Kejar 28 Mega Proyek

28 Mega ProyekProgram Jokowi Harus Sampai Bengkulu

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Plt Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah MMA, harus mengejar kembali 28 mega proyek ke tingkat nasional. Telebih pemerintah pusat, menitik beratkan pada pembangunan secara nasional dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Ihsan Fajri SSos mengatakan untuk pembanguan itu tentunya harus sampai di Provinsi Bengkulu. Sebab dari 28 proyek program strategis nasional di Bengkulu, baru dua wancana yang akan direalisasikan. Yaitu pembangunan jalan tol Rejang Lebong ke Sumatera Selatan (Sumsel) dan pengembangan kawasan pelabuhan.

“Sudah ada dua wancana pembangunan strategis nasioanal, ini tentunya harus benar-benar terealisasi,” ujar Ihsan, kepada Bengkulu Ekspress, usai memperingati HUT RI ke-72, kemarin (17/18)
Dikatakannya, peluang untuk mendapatkan kembali program strategis nasional yang telah diusulkan itu tentunya harus melalui peran semua pihak. Tidak hanya gubernur, namun peran DPRD, DPR RI, DPD RI asal Provinsi Bengkulu.

Sehingga program pembangunan nasional itu benar-benar dirasakan dampaknya di Bengkulu. “Lobi-lobi harus dilakukan, untuk kembali mendapatkan peluangan pembangunan itu,” paparnya.
Ihsan menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu harus kembali mengejar dan mengusulkan, 28 proyek strategis nasional. Jangan sampai nantinya, dalam usulan pembangunan tidak ada satu pun 28 program itu masuk dalam pembangunan yang dibiayai oleh pemerintah pusat. “Diusulkan terus, sampai benar-benar terakomonir oleh pemerintah pusat,” tambah Ihsan.

Senada yang disampaikan oleh Wakil Ketua (Waka) I DPRD Provinsi Bengkulu, H Edison Simbolon bahwa pembangunan harus merata dan sampai ke Bengkulu. “Pembanguna yang merata, akan mampu mengurangi angka kemiskinan dan ketertinggalan di Bengkulu,” ujar Edison.

Sedangkan, Plt Gubernur Rohidin Mersyah mengatakan pembangunan nasioanal baik infrastruktur dan ekonomi itu telah sejalan dengan program di daerah. “Program pembangunan sudah sejalan, utuk peningkatan pertumbuhaan ekonomi,” terang Rohidin.

Pertumbuhan ekonomi itu tentunya harus dilakukan secara harmonisasi antara pemangku kepentingan dan elemen masyarakat. Sehingga pembangunan itu memberikan dampak besar untuk masyarakat. “Harmonisasi ini saya sangat penting untuk dilakukan,” tambahnya.

Meski demikian, pada hakikat kemerdekaan sendiri ialah kesejahteraan berkeadilan. Bengkulu sendiri masih masuk angka 6 besar provinsi tertinggal di Indonesia. Rohidin menegaskan pemerintah optimis mampu menyelesaikan permasalaah tersebut, dengan memaksimalkan potensi daerah. “Ini tanggung jawab kita bersama. Mari kita gerakkan potensi daerah yang ada,” pungkas Rohidin.

HUT RI Ke-72

Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, di Gedung Daerah Bengkulu berjalan Khidmat. Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibaraka) HUT RI ke-72 dipimpin Oleh Komandan Pasukan Lettu Inf Rio Antomi Danton I Kipan B Yonif 144/Jaya Yudha, dan Pembawa Baki Rury Anjelita Putri dari SMAN 5 kota Bengkulu itu, sukses mengibarkan bendara merah putih, tanda detik-detik Kemerdekaan telah berkumandang. Rohidin langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara kemerdekaan.

Dalam kesempatan itu, Rohidin juga memberikan Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya dari Presiden Ir. Joko Widodo untuk para ASN yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun.

Penerimanya antara lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lierwan, Sekretaris Dinas Sosial Amirudin Sinyo, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Majestika, Plt BPBD Soemarno, Kabid Pengembangan Aparatur BKD Rusmayadi, Kasubbag Umum dan Perlengkapan Bappeda Tri Martini, Kasubbag Adm Wilayah Pemerintahan Biro Kesra Dedi Junaidi, Kasubbag Kepemudaan dan Olahraga Biro Kesra Fery Mulyanto, Kasi Bina Aparatur Dukcapil Febrilisnita Bertasari Pattopang.

Selain itu, Penghargaan kepada OPD berprestasi sesuai kinerja di Provinsi Bengkulu, antara lain Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

34 Napi Langsung Bebas

Sebanyak 34 Narapidana (Napi) yang menempati Lapas dan Rutan di Provinsi Bengkulu akhirnya bisa menghirup udara segar setelah mereka mendapatkan remisi umum (RU) II dalam perayaaan HUT RI ke-72. RU II artinya bebas murni berbeda dengan RU I yang mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan 1 sampai 6 bulan, disesuaikan lamanya narapidana menjalani masa tahanan.

Total ada sekitar 1198 narapidana mendapatkan remisi umum HUR RI ke-72 tersebut. Dengan rincian 1164 mendapatkan RU I dan 34 narapidana mendapatkan RU II. Khusus untuk napi yang terkait dengan PP 99, pihak Kemenkumham Provinsi Bengkulu sudah mengusulkan ke pusat. Ada sekitar 68 orang narapidana yang diusulkan. Pihak Kemenkumham masih menunggu hasil pengusulan remisi untuk napi tipikor, teroris dan bandar narkoba tersebut. “Khusus untuk narapidana yang masuk ke PP 99 kita usulkan langsung ke pusat. Ada 68 orang yang kita usulkan, kita tinggal menunggu hasilnya saja berapa orang yang nanti disetujui,” jelas Kepala Kanwil Kemenkumham Bengkulu, Ilham Djaya setelah selesai melakukan acara pemberian remisi di Lapas Kelas IIA Bengkulu (151/167)