Keberagaman Budaya Aset Daerah

Bupati,wabup,sekdan ketua panitia hut meniupkan seruling.  Ini menunjukan salah satu kesenian musik di mukomuko
BUDI/BE Bupati,Wabup, Sekda dan Ketua Panitia HUT meniupkan seruling yang merupakan kesenian musik di Mukomuko.

MUKOMUKO, BE – Bupati Mukomuko, Choirul Huda dan Wakil Bupati, Haidir menyampaikan, keberagaman budaya yang ada di daerah tersebut adalah aset yang ada dan harus dilestarikan serta dipertahankan dengan baik.

“Tidak hanya bangunan saja, keberagaman budaya harus kita jaga. Ini juga adalah aset yang kita miliki dan harus dilestarikan,” katanya.

Contohnya, untuk melestarikan dan tetap dipertahankan budaya yang ada harus terus dipromosi dan dikenalkan kepada generasi penerus. Seperti yang telah dilakukan dalam rangkaian festival Kapuang Sakti Ratau Batuah.

“Festival ini salah satunya menunjukkan bahwa keberadaan budaya dilestarikan dan harus tetap dipertahankan,” tegasnya.

Keberagaman budaya, katanya, juga suatu aset dalam mempercepat pembangunan. Pemda Mukomuko juga akan memberikan perhatian khusus untuk itu dan masyarakat diharapkan saling bahu membahu mempertahankan serta menyusun strategi pengembangan potensi-potensi seni budaya yang ada. Tidak hanya ditampilkan pada saat ada pergelaran maupun festival saja, tetapi harus tetap eksis dan para penerusnya diberikan pengetahuan tentang keberagaman budaya tersebut.

“Dengan diselenggarakannya festival Kapuang Sakti Ratau Batuah, diharapkan mampu lebih baik lagi menjadi pemersatu untuk menjalin keakraban persaudaraan seluruh elemen yang selama ini sudah terjaga dengan baik,” ujarnya.

Ketua Panitia Umum HUT Kabupaten Mukomuko ke-XIII, Novizar Eka Putra menyampaikan, keberagaman budaya daerah tersebut merupakan potensi sosial yang dapat membentuk karakter dan citra budaya tersendiri pada masing-masing daerah serta merupakan bagian penting bagi pembentukan citra dan identitas budaya suatu daerah. Keberagaman merupakan kekayaan sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. Digelarnya festival tersebut, tambah Novizar, selain lebih mengenal dan mengetahui keberagaman budaya yang ada di daerah ini, juga dalam rangka ajang promosi daerah.

“Keberagaman budaya harus dilestarikan, pun dibidang lainnya harus tetap dipromosikan. Ini diantaranya dengan tujuan untuk lebih memajukan daerah yang kita cintai ini,” ungkap Asisten II itu. (900)