Kaur Produksi Air Minum Kemasan

IRUL/BE PABRIK: Para petugas saat melakukan pemasangan dan uji coba alat produksi air minum dalam kemasan di Pondok Pusaka, Selasa (22/11).
IRUL/BE
PABRIK: Para petugas saat melakukan pemasangan dan uji coba alat produksi air minum dalam kemasan di Pondok Pusaka, Selasa (22/11).

BINTUHAN, BE – Guna menjawab kebutuhan air minum ditengah masyarakat yang semakin meningkat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindag UKM) Kaur segera memiliki pabrik air minum kemasan. Pasalnya alat produksi air minum dalam kemasan yang dibeli dengan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 sebesar Rp 789 juta itu, saat ini sudah tiba di Pondok Pusaka Kabupaten Kaur, kemarin (22/11).

“Untuk alat produksi air minum dalam kemasan yang kita pesan dari Jakarta sudah sampai dan kini sedang tahap pemasangan dan uji coba,” kata Kepala Disperindagkop Kaur, Agusman Efendi SE melalui Kabid Industri, Harika SE, kemarin (22/11).

Dikatakannya, untuk sementara ini lokasi pabrik sudah dibangun dikawasan Pondok Pusaka. Sedangkan sumber air bahan baku yang sedang diuji saat ini diambil langsung dari Kecamatan Muara Sahung. Sebab jika pabrik air meneral sudah jalan, tentu ini akan menguntungkan Kabupaten Kaur. Salah satunya penyuplai kebutuhan air minum kemas tidak lagi repot harus dari luar Provinsi Bengkulu. Pabrik air kemasan ini nanti akan memproduksi dua jenis, botol ukuran 330ml dan gelas 600 ml, serta galon.

“Ini nanti kalau sudah beroperasi target kami untuk produksi kemasan botol dan gelas. Juga pabrik ini nanti insyaAllah mampu memproduksi sebanyak 3600 perjam untuk agar gelas dan botol perjam sekitar 500,” terangnya.

Ditambahkannya, belumnya beroperasi pabrik produksi air minum dalam kemasan ini, dikarenakan masih terganjal perizina. Sebab untuk mengoperasikan pabrik tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya, memiliki Izin Usaha Industri (IUI), memiliki izin pengambilan air tanah sebagai syarat untuk memperoleh IUI, harus melakukan pengujian air baku melalui laboratorium internal atau eksternal secara periodik dan harus menerapkan SNI dan harus memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI).

“Mudah-mudahan saja pabrik air mineral ini cepat beroperasi dan nanti kalau izinya sudah kita lengkap semua nanti segera kita produksi dan akan kita segera pasarkan. Sehingga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.(618)