Kasdim: Pancasila Sedang Sakit

ary-dialog-pemuda-1
Dialog Pemuda yang dilaksanakan di gedung Pola Pemkab Rejang Lebong Senin (14/11) kemarin. (Foto ARY/BE).

CURUP, BE – Dandim 0409/Rejang Lebong, Letkol Kav Hendra S Nuryahya SH melalui Kasdim Mayor Inf Saldifa mengungkapkan bahwa kondisi Pancasila saat ini sedang sakit. Hal tersebut dikarenakan saat ini nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sudah tergerus oleh kemajuan teknologi.

“Kalau kita perhatikan saat ini Pancasila sedang sakit, karena nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila sudah banyak ditinggalkan,” ungkap Kasdim saat menjadi pembicara dalam kegiatan Dialog Pemuda yang dilaksanakan diruang pola Pemkab Rejang Lebong Senin (14/11) kemarin.

Menurut Kasdim, banyak nilai-nilai luhur pancasila yang ditinggalkan atau sisihkan karena kemajuan teknologi. Dimana menurutnya karena kemajuan teknologi tersebut menyebabkan arus informasi dan budaya luar cepat masukdan diserap oleh masyarakat Indonesia khususnya generasi muda bangsa.

Diungkapkan Kasdim, Pancasila merupakan buah hasil pikiran para pendahulu bangsa Indonesia, yang dibuat dengan buah pemikiran yang mendalam sehingga pancasila bersifat relevan dan fleksibel yang tentunya dapat diterapkan dalam segala zaman, hanya saja menurutnya saat ini keberadaan pancasila hanya dijadikan sebagai landasan negara namun tidak dihayati dan diamlkan oleh masyarakat, sehingga pengaruh budaya luar dapat masuk.

“Seharusnya Pancasila bisa menjadi filter dalam menyerap informasi dan budaya dari luar, sehingga tidak semua budaya dari luar bisa masuk,” tegas Kasdim.

Sementara itu, terkait dengan cara mengobati Pancasila yang telah sakit tersebut, menurut Kasdim adalah dengan kembali menghayati setiap bulit Pancasila dan kemudian menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena menurutnya dengan Pancasila kita bisa bisa menjaga kedaulatan bangsa kita, dan ini harus dimulai dari generasi muda, sehingga memiliki jati diri.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rejang Lebong, Drs. HM Ch Naseh, MEd menjelaskan bahwa keterikatan Pancasila dalam kehidupan beragama menurutnya telah jelas terdapat dipoin pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Sehingga menurutnya antara Pancasila dan kehidupan beragama itu selaras.

“Dalam bulir pertama sudah jelas bahwa mempercayai Tuhan itu Esa, dan tidak sebutkan agama apa, sementara didalam Islam juga jelas yang harus ditaati ada tiga, yang pertama Tuhan, kedua Nabi Muhammad dan yang ketiga adalah pemerintah,” terang Naseh.

Lebih lanjut Naseh menjelaskan, Pancasila akan kokoh bila didasari oleh umat yg beragama, baik agama Islam, Hindu, Budha, Kristen dan lainnya, karena tujuannya sama yakni menyembah sang pencipta, meski cara dan pendapatnya berbeda.

Di sisi lain, Anggota DPD Provinsi Bengkulu, Riri Damayanti yang turut hadir menjadi pembicara menjelaskan bahwa generasi muda saat ini memiliki beban berat yang harus diemban karena merupakan generasi penerus bangsa. Dimana menurut Riri generasi muda harus berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila agar tak terkontiminasi dengan ideologi menyesatkan.

“Kita sangat beruntung, karena lahir dijaman negara yang telah memiliki landasan.tinggal bagaimana lagi kita menerapkam dan mengamalkannya, Pancasila bukan hanya sekadar 5 sila, tetapi setiap bulirnya memiliki makna yang harus diresapi,” ungkap Riri. (251)

ARY/BE
Wakil Bupati Rejang Lebong, H Iqbal Bastari SPd MM, saat membacakan jawaban bupati terhadap pandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota pengantar RAPBD 2017 dalam paripurna yang digelar di DPRD Senin kemarin, (14/11).