Kartini Masa Kini, Berjuang di Antara Para Lelaki

In Berita Utama, Seputar Kota
Sefty Yulisnah SSos, sosok Kartini yang di legislatif.
Sefty Yulisnah SSos, sosok Kartini yang di legislatif.

Ibu Kartini menjadi simbol kebangkitan kaum perempuan. Perjuangan yang telah dilakukan akhirnya membuat perempuan mendapatkan pendidikan dan kesetaraan dengan laki-laki. Perjuangan yang tidak mudah yang tentunya harus terus dilakukan oleh kaum perempuan di masa sekarang. Semangat perjuangan Kartini dimasanya menjadi tauladan dan contoh yang bisa diambil oleh kaum perempuan untuk diterapkan dalam menjalani kehidupannya.

Perjuangan seorang Kartini di masanya dulu tentu berbeda dengan perjuangan Kartini di masa kini. Perkembangan zaman membuat kaum perempuan di masa sekarang harus mampu menjadi inspirasi, berprestasi, menginspirasi dan memiliki dampak positif untuk lingkungannya yang cocok sebagai sosok Kartini di masa kini.

Di Bengkulu sendiri, sudah banyak sosok Kartini yang berjuang, bukan hanya membawa harkat martabat setara lelaki, tetapi juga berjuang untuk bangsa dan negara melalui berbagai bidang. Baik itu politisi, akademisi, pengusaha, dan lainnya.

Seperti Sefty Yulisnah SSos, sosok Kartini yang di legislatif. Dia merupakan anggota DPRD Provinsi Bengkulu periode 2014-2019. Kehadiran Sefty di tengah dominasi pria di kursi legislatif, mampu memberikan jawaban jika jabatan legislator selalu menjadi milik para lelaki tetapi para perempuan juga dapat mendudukinya.

Kesuksesan Sefty Yulisnah menjadi legislator di fraksi PKS DPRD Provinsi Bengkulu, membuat ia layak dikategorikan sebagai salah satu sosok Kartini Bengkulu.

Kesuksesannya sebagai politisi perempuan, menjadikan wanita kelahiran Bintuhan 12 September 1969 ini dianggap mampu memberi inspirasi bagi kalangan perempuan lainnya.

Perjuangan seorang Sefty untuk mengejar harapan sebagai legislator memang tidak pernah mudah. Ia mesti bersaing dengan ratusan calon anggota legislatif (caleg) di Provinsi Bengkulu. Namun, berkat inspirasi seorang Kartini, membuat Sefty kian percaya diri bersaing memperebutkan simpati para pemilik suara.

Sefty tidak pernah ragu bersaing dengan dominasi pria. Ditunjang kerja keras dalam bersosialisasi serta sikapnya yang tak minder sebagai seorang politisi perempuan, membuat Sefty sukses memetik hasil.

“Maka dari itu, pada momentum hari Kartini ini akan kembali mengingatkan kita para kaum perempuan Indonesia agar tak pernah berhenti berjuang demi mencapai cita-cita. Capaian dari usaha kita sebagai perempuan mandiri akan bisa meningkatkan derajat kaum perempuan yang masih sering disepelekan,” kata Sefty Yulisnah.

Ia mengaku, bidangnya di Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu bagian kesejahteraan masyarakat (Kesra) merupakan corong utama dirinya untuk memperjuangkan aspirasi kaum perempuan.

Langkah sederhana yang terus Ia tanamkan dalam setiap pengambilan keputusan adalah menghapus paradigma soal kelayakan perempuan untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Tingkat pendidikan perempuan yang tinggi disebutnya dapat menghapus perbedaan sekat bagi seorang pria dan wanita. Ia bertekad memperjuangkan hak-hak dasar para perempuan di Provinsi Bengkulu, dan khususnya pada bidang pendidikan.

“Meski perkembangan zaman sudah mulai memberikan ruang bagi perempuan untuk bersaing dengan pria, tapi masih ada persepsi yang sering menyepelekan perempuan baik di dunia kerja maupun bidang politik dan lainnya,” ujarnya.

Paradigma seperti itulah kata Sefty, yang akan terus Ia perjuangkan untuk diubah. Sebab, ia mengaku telah membuktikannya sendiri di bidang politik. Disepelekan, dan kerap mendapat perlakuan berbeda dengan kaum pria, menjadi hal yang biasa bagi seorang perempuan.

“Paradigma seperti ini yang akan saya ubah dan coba tanamkan pada sektor pendidikan dan bidang lain yang bermitra dengan komisi saya,” ungkapnya.

Hal itu kata Sefty, harus menjadi motivasi ganda bagi perempuan untuk membuktikan diri jika perjuangan perempuan pada semua bidang akan dapat lebih maksimal jika terus mampu berjuang seperti apa yang telah dicontohkan sosok Kartini. Lebih lanjut, Sefty menuturkan, pada peringatan hari kartini kali ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi kaum perempuan. Karena sosok Kartini dianggap menjadi pelopor untuk sebuah kemajuan perempuan terutama di Indonesia. Dengan hal itu makna hari Kartini bukan hanya menjadi upacara perayaan semata.

“Tapi bagaimana kita sebagai perempuan indonesia memaknai Hari Kartini sebagai contoh perempuan Indonesia yang berusaha untuk bisa meningkatkan derajat perempuan agar bisa lebih baik dan mendapat perlakuan yang sama pada semua segi kehidupan,” tutupnya.

Timba Ilmu Sebanyak-banyaknya

Jika Sefty berjuang di legislasi, sosok Kartini satu ini berjuang di bidang akademiksi. Dia adalah seorang Profesor Dr Ir Nanik Setyowati MSc, perempuan yang layak menjadi sosok seorang Kartini masa kini. Perempuan kelahiran Sragen 28 Februari 1960 ini merupakan seorang Guru Besar Ilmu Gulma Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu sudah banyak prestasi yang diatorehkan baik ditingkat nasional maupun internasional.

“Saya sehari-hari menjadi dosen pengajar Ilmu Gulma Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu,” ujarnya kemarin (19/4) saat mengawali perbincangan.

Ibu Nanik, begitu ia biasa disapa merupakan sarjana dari jurusan Pertanian dari Universitas Gadjah Mada tahun 1983. Setelah menamatkan pendidikan S1, Nanik melanjutkan pendidikannya di University of Kentucky di Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Science pada tahun 1990.

Tiga tahun kemudian, ia berhasil mendapatkan gelar PhD of Science di universitas yang sama. Kemudian mendapatkan gelar Profesor dari Universitas Bengkulu.

“Bagi saya pendidikan adalah hal terpenting. Saya bertekad menimba ilmu sebanyak-banyaknya agar mampu menjadi perempuan yang berguna serta meneruskan perjuangan Kartini dulu,” tuturnya.

Sosok Nanik Setyowati sudah tak asing di Provinsi Bengkulu. Ia merupakan sosok yang selalu menjadi Narasumber dalam setiap acara. Sudah lebih puluhan acara yang dihadirinya, salah satunya pada tahun 2009 pernah menjadi narasumber pada Dialog interaktif Wonder Women dalam rangka memperingati hari kartini di Radio Agrivoice.

“Selain menjadi dosen saya juga aktif menjadi narasumber di berbagai acara di provinsi Bengkulu,” ujarnya.

Selain berprofesi sebagai dosen di fakultas pertanian Universitas Bengkulu, ia juga turut aktif menjadi mengikuti organisasi diantaranya pernah menjadi ketua I Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial Provinsi Bengkulu dan puluhan organisasi kemasyarakatan lainnya.

“Saya memang gemar bersosialisasi salah satunya melalui organisasi,” lanjutnya.

Sosoknya dikenal sebagai seorang wanita yang lugas, cermat dan memiliki pengetahuan yang luas khususnya dalam bidang ilmu pertanian. Hal ini dibuktikan dari ratusan jurnal yang sudah dibuatnya bersama tim sejak tahun 1997. Jurnal penelitian yang terbaru ditahun 2016 yaitu Quality Enhancement of Humid Tropical Soil After Application of Water Hyancinth (Eichornia crassipes) Compost.

“Bagi saya, ilmu yang sudah saya dapatkan harus disalurkan. Oleh karena itu saya suka membaca dan membuat jurnal penelitian,” tambahnya.

Ia bahkan sudah menghadiri berbagai seminar baik nasional maupun internasional dengan memberikan prosiding (kontribusi) pada setiap seminar. Untuk seminar nasional ia sudah menghadiri di Bogor, Bandar Lampung, Palembang, Yogyakarta, Samarinda, Purwokerto, dan berbagai Provinsi Lainnya. Sedangkan secara internasional sudah pernah menghadiri seminar di Malaysia dan Vietnam.

“Saya juga sering menghadiri seminar-seminar baik nasional daninternasional, bagi saya seminar menjadi ladang ilmu tambahan bagi saya,” jelasnya.

Nanik Setyowati dikenal sebagai sosok wanita sukses yang anggun, tegas, jarang sekali berkeluh kesah dan terkesan pelit membagi cerita mengenai kehidupan pribadinya. Ia tampak sangat profesional dan mencintai pekerjaannya.

“Bagi saya dunia pendidikan, pekerjaan, dan ranah pribadi harus ada batasannya. Saya tidak suka mencampuradukkan ketiganya,” tuturnya.

Sebagai pribadi yang sukses, Nanik Setyowati tetap mengutamakan keluarga dan menjunjung tinggi adat ketimuran sebagai prinsip hidupnya. Dari pernikahannya dengan Prof Ir Zainal Muktamar MSc PhD, Nanik Setyowati dikaruniai tiga orang anak yang bernama Rosa Indah Kusumawardani, Tommy Pratama dan Dina Ismi Hayati.

“Tetapi diatas itu semua, disela semua kesibukan saya keluarga tetaplah yang harus saya prioritaskan. Saya tetap harus menjadi ibu rumah tangga yang baik yang mampu mengurus keluarga” jelasnya.

Ia dapat diteladani sebagai wanita yang sukses berkarir sekaligus sukses menjadi ibu rumah tangga. Tidak hanya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidangnya, Nanik Setyowati adalah sosok yang patut menjadi inspirasi dan panutan tidak hanya bagi para wanita Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu namun secara umum bagi semuanya saja.

“Saya hanya berusaha semaksimal mungkin terhadap apa yang menjadi tanggung jawab saya dengan tetap fokus menjalaninya baik pendidikan, karir, dan keluarga,” sambungnya.

Diakuinya, sosoknya yang sekarang tidak terlepas dari peran ibu Kartini sebagai panutannya. Perjuangan seorang Kartini yang seolah membuka dunia bagi kaum perempuan yang dulunya dipandang sebelah mata.

“Bagi saya Kartini adalah sosok yang luar biasa, semua pencapaian yang sudah saya dapat tidak akan bisa terwujud ketika Kartini tidak memperjuangkan hak yang setara bagi perempuan Indonesia,” tuturnya.

Terakhir ia mengatakan, perjuangan Kartini tidak boleh berhenti. Generasi penerus bangsa khususnya kaum perempuan harus bangkit dan mampu menorehkan prestasi serta berperan aktif dalam berbagai bidang. Perjuangan Kartini harus diapresiasi dengan terus melakukan semua hal dengan maksimal oleh semua perempuan Indonesia.

“Di luar sana masih banyak Kartini-Kartini lain yang juga sudah berjuang dengan maksimal demi dirinya dan keluarga. Semua perjuanagn perempuan di luar sana juga patutu kita hargai sebagai wujud semangat Kartini di masa kini. Semoga di luar sana semakin banyak generasi penerus bangsa yang lahir dari sosok-sosok Kartini masa kini,” tutupnya.(999)

You may also read!

Dul Jaelani Ubah Gaya Rambut, Kenapa Cantik Begini?

Anak pasangan musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Abdul Qodir Jaelani atau yang kerap dipanggil Dul, memang memiliki rambut

Read More...

Menang 5-0 Atas Denmark atau Catat Sejarah Terburuk di Piala Sudirman

jpnn.com, GOLD COAST – Tumbangnya timnas Indonesia atas India pada ajang Piala Sudirman 2017 di Carrara Sport and Leisure

Read More...

Desa Talang Kemang Seluma Terendam

SEMIDANG ALAS MARAS, Bengkulu Ekspress – Hujan deras yang terus melanda wilayah Kabupaten Seluma, mengakibatkan sejumlah desa terendam. Seperti

Read More...