Karnaval Batik Nusantara Meriah

rio-karnaval-kain-batik-besurek-17
Ribuan masyarakat Kota Bengkulu, memeriahkan Karnaval Batik nusantara yang digelar Pemerintah Kota Bengkulu, kemarin (18/11). (Foto RIO/BE).

BENGKULU, BE – Ribuan warga Kota Bengkulu, didominasi kalangan pelajar, Jumat (18/11) siang, memadati kawasan Simpang Lima Kota Bengkulu.

Mereka sangat antusias mengikuti Karnaval Batik Nusantara yang digelar Pemerintah Kota, yang akan berlangsung selama 3 hari kedepan (18 hingga 20 November 2016).

Kegiatan karnaval tersebut diikuti kalangan pelajar, sejumlah pegawai, baik pegawai negeri maupun swasta, pengusaha rumah makan, perhotelan, dan instansi terkait yang ada di Kota Bengkulu.

Kegiatan Karnaval Batik Nusantara ini digelar untuk yang ketiga kalinya di Kota Bengkulu. Sebelumnya pemkot telah melaksanakan kegiatan lainnya seperti Karnaval Batik Basurek.

Dalam kegiatan Karnaval Batik Nusantara ini, dimeriahkan peserta yang menggunakan kostum unik yang mencapai 675 orang dari tingkat SD sampai SLTA. Sedangkan peserta yang hanya menggunakan baju batik basurek mencapai 8 ribu orang lebih yang turut hadir.

Walikota Bengkulu, H Helmi Hasan SE, dalam sambutannya mengatakan, Karnaval Batik Nusantara ini diadakan agar kain batik basurek yang menjadi ciri khas warga Bengkulu bisa dikenal dan dipakai semua orang, baik skala nasional bahkan bisa internasional nantinya.

“Kita yakin kegiatan Karnaval Batik Nusantara ini bisa berjalan sukses dan bisa dilihat baik oleh provinsi lain maupun negara lain,” terang Walikota Bengkulu.

Ia menjelaskan, kegiatan Karnaval Batik Nusantara ini diselenggarakan sebagai wujud kalau warga Bengkulu memiliki ciri-ciri yang khas yaitu kain basurek, sehingga produksi kain basurek di Bengkulu bisa semakin meningkat nantinya setelah adanya kegiatan ini.

“Kita yakin kegiatan ini bisa mengangkat nama Bengkulu khususnya kain basurek lebih jaya lagi dan bahkan kita yakin makin banyak orang yang menyukai kain basurek nantinya,” ujar Helmi.

Ia menjelaskan, kain batik basurek merupakan kain yang bermotifkan lambang asli Bengkulu, baik bergambarkan bunga Raflesia maupun gambar-gambar lainnya, dan kain basurek merupakan karya seni asli pengerajin batik masyarakat Bengkulu.

“Oleh karena itulah perlu kita adakan kegiatan seperti ini, agar kain batik basurek bisa dipakai semua kalangan terutama bagi masyarakat Bengkulu agar tidak malu-malu lagi menggunakannya,” ujarnya.

Selain itu, acara ini digelar untuk menghargai dan menyemangati pengerajin batik yang sampai saat ini terus mempertahankan warisan dari leluhur yang ada di Kota Bengkulu.

“Kita mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai batik yang ada di Indonesia terutama kain batik basurek yang merupakan kebanggaan dari Provinsi Bengkulu,” tuturnya.

Acara pembukaan Karnaval Batik Nusantara tersebut begitu istimewa karena dihadiri Ketua DPD RI asal Bengkulu, H Mohammad Saleh SE.

M Saleh mengaku, ia biasanya menggunakan batik basurek dalam kegiatan sehari-harinya dan ia pun selalu menggunakan batik basurek saat menggelar sidang atau rapat di DPD RI pusat.

“Kita harus bangga dengan batik basurek karena ini asli buatan warga Bengkulu, sehingga saya mengajak seluruh warga Bengkulu yang menetap di dalam maupun luar Provinsi Bengkulu untuk terus melestarikan batik basurek dalam kegiatan sehari-hari,” ajak alumni Universitas Bengkulu ini.

M Saleh juga sangat mengapresiasi kegiatan Karnaval Batik Nusantara yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bengkulu dalam hal ini Walikota Bengkulu ini. Pasalnya, melalui kegiatan inilah kain batik basurek bisa melambung ke seluruh penjuru dunia nantinya.

“Kita akan mendukung kegiatan seperti ini dan saya berjanji akan terlibat langsung juga pada acara seperti ini nantinya untuk di tahun yang akan datang,” janji M Saleh.

Sedangkan Gubernur Bengkulu, Dr Drs H Ridwan Mukti MH, mengaku terkejut dan terpukau dengan kegiatan Karnaval Batik Nusantara ini. Sebab, hampir ribuan masyarakat Bengkulu dari segala golongan dan tingkatan semuanya hadir, baik anak-anak hingga orang tua yang tahan berpanas-panasan demi memeriahkan dan menyukseskan Karnaval Batik Nusantara ini.

“Saya sangat terkejut melihat masyarakat tumpah ruang di sepanjang Jalan dari S Parman hingga ke kawasan Suprapto. Meskipun cuaca panas tetapi tidak dihiraukan oleh para peserta maupun warga lainnya,” ujar Ridwan Mukti takjub.

RM menyarankan, kegiatan Karnaval Batik Nusantara ini harus diadakan terus setiap tahunnya, dan tidak menutup kemungkinan kegiatan atau event seperti ini kedepan bisa masuk dalam program Gubernur sebagai pendukung menuju Visit Bengkulu 2020.

“Ini ajang dan event yang hampir sama dengan festival tabut, jadi sangat perlu dan harus dilakukan terus setiap tahunnya demi meningkatkan nama kain batik basurek ke mancanegara,” ujar Ridwan.

Berdasarkan pantauan BE, kegiatan karnaval Batik Nusantara yang digelar oleh pemkot selain merupakan agenda tahunan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Provinsi Bengkulu ke 48. (529)