Kargo Ditutup, Pengusaha Dirugikan

BENGKULU, BE – Penutupan akses pengiriman barang melalui kargo dari pihak Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, membuat para pengusaha dirugikan. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pengusaha ternak Keong Harimau, Iksan (30). Lantaran batalnya pengiriman barang hidupnya tersebut, membuat Keong Harimau yang akan dikirimnya banyak mati karena terlalu lama berada di dalam peti kemas. Akibat dari kejadian tersebut, pengusaha Keong Harimau ini mengalami kerugian jutaan rupiah.

“Saya merasa dirugikan atas penutupan pengiriman kargo yang dilakukan oleh pihak Bandara. Karena barang yang saya akan kirim ini adalah barang hidup. Akibatnya, keong yang ingin saya kirim banyak yang mati,” jelas Iksan kepada BE saat berada di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, kemarin (26/4).

Lanjutnya, penutupan pengiriman barang yang dilakukan oleh pihak Bandara ini tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Akibatnya para pengusaha yang akan mengirimkan barang merasa kecewa atas kebijakan penutupan pengiriman tersebut.

“Ya kalau diberitahu sebelumnya oleh pihak Bandara, kita tidak akan mengirimkan barang pada hari ini (kemarin, red). Kalau sudah rugi seperti ini, bagaimana? Masih kita juga kan yang menanggung kerugiannya,” tukas Iksan dengan muka kecewa.

Sementara pihak kargo juga mengungkapkan, penutupan pengiriman oleh pihak Bandara ini memang dilakukan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Pemberitahuan penutupan dilakukan pada hari Minggu sekitar pukul 09.00 WIB. Akbatnya, pihak kargo tidak sempat lagi untuk memberitahu kepada para pengusaha agar tidak mengirimkan barangnya tersebut.

“Kita baru dikasih tahu kalau hari ini (kemarin, red), ditutup untuk pengiriman barang. Makanya kita tidak sempat memberitahu kepada pengusaha yang akan mengirimkan barangnya tersebut,” tutur Goron Herling kargo Citilink, Medi Gunawan.

Bukan hanya itu, penutupan pengiriman ini juga tanpa ada alasan yang jelas dari pihak Bandara, sehingga pihak kargo juga merasa kecewa akibat tidak adanya penjelasan yang pasti dari kebijakan tersebut.

“Saya juga tidak jelas apa alasannya, cuma katanya ada masalah internal Bandara. Sehingga penutupan ini dilakukan oleh pihak Bandara,” tambahnya.

Sementara Kepala Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Capt Yufridon Gandos Situmeang melalui Kasubag TU, Sarosa saat dikonfirmasi mengatakan, kebijakan penutupan pengiriman barang melalui kargo ini sebagai bentuk antisipasi adanya hal buruk yang terjadi ketika penerbangan dilakukan. Sehingga kebijakan penutup barang melalui kargo sesuai dengan prosedur Bandara.

“Diangkut atau tidak diangkut barang tersebut itu hak pilot penerbangan, karena pengiriman melalui kargo juga tidak wajib kita kirim. Semua yang kita lakukan ini sudah sesuai prosedur, agar kita lebih teliti untuk keselamatan penumpang penerbangan,” jelas Sarosa kepada BE, kemarin. (cw2)