Kapolda CUP Diikuti 400 Atlet Bulu Tangkis

MEDI/ Bengkulu Ekspress OLAHRAGA: Ketua PBSI Provinsi Bengkulu, H Suharto SE MBA (kanan) Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol DRS Coki Manurung SH MHum (tengah) staf ahli Pemprov Drs Rusdi Bakar, MPd saat membuka Kejurprov/Kapolda Cup
MEDI/ Bengkulu Ekspress OLAHRAGA: Ketua PBSI Provinsi Bengkulu, H Suharto SE MBA (kanan) Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol DRS Coki Manurung SH MHum (tengah) staf ahli Pemprov Drs Rusdi Bakar, MPd saat membuka Kejurprov/Kapolda Cup

Mencetak Atlet-atlet Profesional

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Polda Bengkulu bersama PBSI Provinsi Bengkulu kembali menggelar event tahunan olahraga Bulu Tangkis, di Gedung Olahraga (GOR) Sawah Lebar, kemarin (14/9).

Jumlah peserta dalam Turnamen di tahun 2017 ini bertambah mencapai 400 atlet putra putri yang berasal dari seluruh kontingen kabupaten se-provinsi Bengkulu untuk memperebutkan piala Kejuaraan Provinsi dan Kapolda CUP ke IV ini.

“Kita lihat antusiame para atlet muda ini meningkat 100 persen, karena pada pelaksanaan turnamen tahun lalu hanya diikuti sebanyak 200 atlet. Maka kita doakan agar perlombaan ini mampu mencetak atlet-atlet profesional Provinsi Bengkulu,” kata Ketua PBSI Provinsi Bengkulu, H Suharto SE MBA dalam sambutannya.

Menurutnya, tujuan pelaksanaan lomba ini bukan semata-mata untuk mendapatkan piala saja. Tetapi pada dasarnya, olahraga merupakan pemersatu bangsa karena adanya jalinan silaturahmi antar daerah sehingga bisa memperkuat satu kesatuan.

Selain itu juga, tak lepas dari tujuan untuk memberikan wadah kepada para pecinta bulutangkis di Provinsi Bengkulu agar dapat mengasah/mengukur kemampuan, sekaligus mengukir prestasi.

“Kita minta ajang ini dapat dimaksimalkan oleh seluruh peserta dan bersikap sportif. Karena kemenangan yang sesungguhnya adalah melalui perjuangan bukan kecurangan. Maka hal ini perlu ditanamkan kepada seluruh atlet Provinsi Bengkulu agar terciptanya atlet yang berkualitas,” sampai salah satu pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu ini.

Hanya saja di lain sisi, ia sangat menyayangkan hingga saat ini masih kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan olahraga khususnya di provinsi Bengkulu. Hal ini terlihat tidak adanya Organisasi Perangkat Daerah yang mau hadir dalam pembukaan olahraga tersebut.

Ditambah lagi sulitnya untuk mendapatkan dukungan materiil dalam pelaksanaan. Karena, lanjut Suharto, pada umumnya para pejabat daerah masih memandang sebelah mata manfaat olahraga ini tak hanya bulutangkis saja tetapi hal ini terasa dari seluruh Cabang Olahraga yang ada.

Padahal jika dibandingkan dengan daerah lainnya, perhatian terhadap olahraga ini sangat luar biasa, dan tanpa ada batasan sehingga tak heran jika banyak atlet-atlet daerah lain yang mampu menjadi atlet andalan Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa, karena mulai dari daerah pun para atlet justru dimanjakan baik finansial maupun sarana dan prasarana.

“Sebenarnya anggaran itu banyak, tetapi banyak pula yang cemburu. Apalagi olahraga ini membutuhkan biaya yang besar. Maka dari itu kami harap kepada pemerintah agar kedepan, agar memberikan perhatian kepada seluruh cabang olahraga. Dan dalam pelaksanaan bulutangkis ini jika tanpa dukungan dan support dari Kapolda Bengkulu tentu akan sulit terlaksana maka kami ucapkan terimakasih,” bebernya.

Sementara itu, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Drs Coki Manurung SH MHum menyampaikan bahwa ini merupakan pelaksanaan turnamen terbesar. Maka harus diikuti dengan serius, karena semakin banyak peserta maka semakin besar pula perjuangan. Terlepas dari berbagi persoalan yang mengurung PBSI, dirinya meminta agar kontingen dari seluruh kabupaten/kota ini dapat bertanding tanpa beban dan berusaha semaksimal mungkin dalam mendapatkan juara. “Event ini merupakan pembangkitkan jiwa prestasi kita yg akhirnya muncul atlet dari Bengkulu. Dan nanti setiap tahun akan terus kita laksanakan tanpa putus-putus karena ini merupakan wadah penting untuk mengukir prestasi,” tutur Coki. (805)