Kapal Injatama Tenggelam 1 WNA Tewas, 4 Selamat

APRI/IST/Bengkulu Ekspress Tampak warga saat melakukan evakuasi WNA Asal Tiongkok akibat kapal tenggelam di muara sungai Ketahun, kemarin (14/7).
APRI/IST/Bengkulu Ekspress Tampak warga saat melakukan evakuasi WNA Asal Tiongkok akibat kapal tenggelam di muara sungai Ketahun, kemarin (14/7).

KETAHUN, Bengkulu Ekspress – Kapal Ocean Blue milik PT Injatama yang hendak melakukan pengecekan di muara Sungai Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara, tenggelam.

Dari 5 orang penumpang, seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok bernama Wang Wei tewas dalam kejadian itu. Sedangkan 4 orang penumpang lainnya termasuk, General Manager (GM) PT Injatama Kin Ze Long alias Alung ikut selamat. Kejadian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, sore kemarin (14/7).

Berdasarkan data terhimpun, saat itu kapal Ocean Blue yang hendak mengangkut tongkang batubara melakukan pengecekan kedalaman air laut di dekat dermaga sandar milik PT Injatama Ketahun.

Namun, seketika datang ombak cukup besar menghantam badan kapal. Karena tak kuat menahan terjangan ombak, kapal yang dengan penumpang 5 orang itu akhirnya terbalik. Akibatnya, 1 orang penumpang WNA asal Tiongkok tenggelam lantaran tidak bisa berenang. Kemudian keempat korban selamat dirujuk ke Klinik Dr Pinem Desa Giri Kencana Kecamatan Ketahun. Hingga saat ini, GM PT Injatama masih menjalani perawatan secara intensif.

“Kita mendapatkan laporan tenggelamnya kapal milik PT Injatama. Kemudian pihak kepolisian dari Polsek Ketahun langsung mendatangi lokasi untuk melakukan bantuan terhadap korban,’’ ujar Kapolres Bengkulu Utara (BU) AKBP Andhika Vishnu SIK melalui Kasat Reskrim AKP Jufri SIK.

Kasat menyampaikan, penyebab tenggelamnya kapal lantaran ombak besar. Kemudian kapal langsung oleng dan terbalik. Tujuan kapal ini akan melakukan pengecekan ke dalam air, sebelum membawa tongkang batubara keluar dari dermaga.

“Masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut. Memang saat kejadian ada 5 penumpang, dan satu orang meninggal dunia. Sedangkan 1 orang lainnya kritis dan masih dirawat. Kemudian 3 penumpang lain dalam keadaan sehat,’’ ungkapnya.

Untuk kasus ini, Kasat mengaku pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun ini akan dikoordinasikan dengan pihak PT Injatama. “Sementara korban yang meninggal masih menunggu dari pihak perusahaan untuk dilakukan otopsi ke RS M Yunus atau tidak,’’ terangnya.

Terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Made Astawa menyebutkan saat kejadian cuaca sedang mendung dan angin cukup kencang. Sehingga ombak yang besar menghantam membuat kapal langsung tenggelam. “Memang ketika itu cuaca cukup buruk. Sehingga gelombang tinggi menghantam kapal yang ketika itu melakukan pengecekan ke dalaman air laut untuk membawa tongkang batubara keluar pelabuhan,’’ pungkasnya.(816)