Kalimat Isyana Bikin Penasaran, Ditujukan ke Siapa tuh?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90
Isyana Sarasvati saat tampil di Mandiri Karnaval, Jakarta, Minggu (30/10/16) malam. FOTO : FEDRIK TARIGAN/JAWA POS

JAKARTA – Isyana Sarasvati memang unik. Dia punya ciri khas tiap kali tampil di panggung.

Selain wardrobe simpel dan aksi kasual yang seru dan kadang lucu, ada satu lagi kebiasaan cewek 23 tahun itu.

Yakni, curhat. Misalnya, saat tampil di Mandiri Karnaval 2016 di GBK, Senayan, Minggu malam (30/10).

Kali ini Isyana curhat soal kesedihannya.

Saat jeda antarlagu, Isyana tiba-tiba duduk berjongkok. Tangan kirinya menopang dagu. Lalu, dia berbicara perlahan seperti tengah patah hati.

’’Mungkin banyak yang telah dilalui. Mungkin banyak yang janji-janji bersama. Kalau berantem itu seharusnya bisa diatasi. Tapi, ending-nya putus. Palsu,’’ katanya tanpa menyebut untuk siapa ucapan itu ditujukan.

’’Kehilangan seseorang itu down banget,’’ lanjut Isyana.

’’Aku itu tipe yang meskipun udah sama banyak orang, tapi nggak bisa lupain memori lama. Jadi, aku buatin lagu. Karena lagu itu abadi,’’ lanjutnya.

Curhat tersebut jelas bikin para fans kepo. Buat siapa sih ucapan itu? Tentu Isyana tidak menjawab.

Curhat tersebut malah jadi seperti narasi lagu dia berikutnya yang berjudul Mimpi.

’’Dan di sana ada mimpiku. Mimpi,’’ ucapnya seiring mengalunnya intro single yang dirilis Mei lalu tersebut.

Berbicara soal mimpi, Isyana punya angan-angan yang belum tercapai. Yakni, membuat sebuah music center.

Sebuah wadah untuk segala aktivitas musik. Termasuk sekolah musik buat anak-anak muda.

Bukan hanya tempat belajar teknik bermusik. Namun, dia juga ingin music center-nya nanti dilengkapi studio rekaman plus rumah produksi.

So, di tengah kesibukan on air, off air, dan berbagai hal lain, Isyana tetap punya waktu untuk me time.

’’Untuk menggodok si music centre ini,’’ kata adik Rara Sekar tersebut dalam sebuah kesempatan di Kemang beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, proyek yang diimpikan sejak SMP itu tidak main-main.

Harus benar-benar terkonsep secara matang. Mulai konsep, silabus, dan tematiknya. Kini baru terkonsep sekitar 15 persen.

Jebolan jurusan music performance dari Royal College of Music London itu semakin terpacu untuk mewujudkan mimpi memiliki music center. Salah satu tujuannya membagi ilmu dan pengalaman.

’’Sebenarnya banyak yang pengin aku share, cuma selama ini nggak ada wadahnya.

Dengan bikin music center ini aku bisa share,’’ paparnya. (glo/c15/na/sam/jpnn)