Kalah Pilkades, Mantan Kades Blokir Jalan

JefryyBE- Kondisi jalan lingkungan yang ditutup mantan  kades yang kalah dalam pemilihan kepala desa selasa lalu (1)
SELUMA UTARA, BE –  Lantaran kalah dalam pemilihan kepala desa (Pilkades), mantan Kepala Desa (Kades) Talang Beringin Kecamatan Seluma Utara, Seluma, menutup 5 titik jalan lingkungan menggunakan  pohon pinang dan pelepah sawit.
Ketua Badan Permusyarawatan Desa (BPD) Talang Beringin, Urin, kepada BE, Kamis (22/10) kemarin, mengungkapkan, mantan Kades bernama Susirwan itu hanya memperoleh 120 suara, atau menempati posisi ketiga suara terbanyak dari 4 calon Kades Talang Beringin.
Peraih suara terbanyak adalah Muksi dengan 271 suara, lalu Suwan B dengan 262 suara, kemudian Susirwan 120 suara, dan terakhir Hersin Susanto sebanyak 26 suara. “Atas dasar kekalahan ini nomor urut 3 tidak menerima, sehingga ia menutup 5 titik jalan, yang memang dari 5 jalan itu, ada 3 akses jalan itu berada di tanahnya,” ujar Urin.
Sedangkan 2 jalan umum yang ikut ditutup oleh mantan Kades itu adalah jalan menuju Posdes. Akibat penutupan jalan ini seluruh warga Desa Talang Beringin memilih untuk berada di dalam rumah.
“Suasana desa memang mencekam sejak sesudah dilakukan penghitungan surat suara. Ditambah lagi dengan mantan kades ini tempramental sehingga inilah yang membuat kami kawatir untuk melakukan aktivitas di luar,” keluhnya.
Urin menambahkan, kejadian ini belum disampaikan ke pihak kecamatan, mengingat kondisi desa masih mencekam. Ditambah lagi lokasi Desa Talang Beringin cukup jauh dengan kecamatan, sehingga membutuhkan waktu untuk menuju dan keluar dari desa.
Dari pantauan BE ke lokasi Desa Talang Beringin kemarin, sekitar pukul 11.00 WIB tidak ada aktivitas berarti di desa tersebut. Para orang tua tidak terlihat beraktivitas di luar rumah, hanya ada anak-anak yang bermain di luar rumah.
Salah satu warga ketika dikonfirmasi enggan berkomentar mengenai tindakan mantan kades tersebut. Ia memilih untuk bungkam ketika ditanya. “Kami tidak berani mas, nanti khawatir akan keselamatan kami mas,” ujar salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.(333)