Kader PDIP Gelar Aksi

RIO-DEMO KADER PDIP TOLAK ELVA HARTATI (2)

Minta SK Elva Tidak Dikeluarkan

BENGKULU, BE – Belasan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), turun ke jalan melakukan aksi di Simpang Lima Kota Bengkulu, pada hari Kamis (2/4) sekitar pukul 09.50 WIB.  Dalam aksi ini, Kader PDIP Provinsi Bengkulu, meminta kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP  Megawati Sukarno Putri, untuk tidak menurunkan Surat Keputusan (SK) terpilihnya Elva Hartati sebagai Ketua Umum DPD PDI-P Provinsi dalam Konferda 11 Maret lalu.

“Kami menuntut kepada Ketua Umum PDI-P pusat Megawati Sukarno Putri, untuk tidak mengeluarkan SK Pengurusan Elva Hartati. Sekaligus kami menuntut untuk melakukan Konferda ulang, karena dalam Konferda kemarin, sangat tidak Demokratis dan sekaligus telah melanggar AD dan ART PDIP,” ungkap Jailani Wajis sebagai Korlap dalam orasinya.

Dalam orasinya Jailani Wadis, juga membenarkan bahwa ia telah dianiaya oleh orang suruhan Idham Samawi.  Tindak penganiayaan ini dipicu karena penolakan tegas dari Idham Samawi, saat Jailani bersama 7 kader lainnya mendatangi kantor Pusat DPP PDIP Jakarta Selatan.  Untuk melakukan tuntutannya terkait terpilihnya Elva menjadi Ketua Umum, kepada Ketua Umum DPP.

“Semula kami diterima baik oleh salah satu pengurus DPP, saat kami sedang menyampaikan tuntutan kami. Tiba-tiba datanglah Idham Samawi, menanyakan tujuan kami. Setelah mengetahui tujuan kami, secara mendadak Idham Samawi langsung mengusir kami mentah-mentah dari kantor. Bukan hanya pengusiran, Idham Samawi juga memanggil keamanan di situ sekitar 30 orang,  langsung menyeret kami dan melakukan penganiayaan. Dari kejadian tersebut saya mengalami luka lebam di bagian muka dan lecet di bagian pelipis mata.  Atas penganiayaan itu, kami sudah laporkan kepada pihak kepolisian di Mapolres Jakarta Selatan,” papar Jailani.

Bukan hanya masalah penganiyayaan, para kader tidak takut dengan isu akan dilakukan pemecatan kepada DPD PDIP. Karena yang ia lakukan bersama dengan rekannya, hanya melakukan hak konstitusional partai. Bukan untuk memperburuk nama partai, apalagi merusak sampai merusuk nilai aturan partai.

“Kita tidak melakukan pelanggaran,  hanya menjalankan hak konstitusional. Karena kita tau akan aturan yang sudah diatur dalam aturan partai,” tegasnya.
Terlihat para kader PDIP juga membawa karton bertuliskan ”Menolak keras penzoliman demokrasi, mengecam keras tindakan diktator dan penganiayaan terhadap kader PDI-P Bengkulu”.

Bukan hanya itu, para kader juga menulis Kader PDI-P Mengutuk Idham Samawi. Para Kader menyampaikan pernyataan sikap kepada masyarakat yang melewati jalan Simpang Lima dan kepada para awak media.  “Kami menuntut kepada DPP pusat untuk melakukan Konferda ulang, karena Konferda yang dilakukan kemarin sangat tidak demokratis.  Kemudian kami mengutuk keras tindakan kekerasan kepada kader PDI-P yang dilakukan di kantor pusat. Agar masyarakat tahu, bahwa apa yang kami perjuangkan ini adalah jalan benar, bukan untuk memecah belah partai ini,” papar Tarmizi Gumai.

Aksi yang dilakukan oleh Kader PDIP itu berjalan damai dengan kawalan ketat oleh satuan Satlantas Polres Bengkulu. Bukan hanya pengamanan yang dilakukan, aksi tersebut juga sempat menjadi perhatian oleh pengendara yang melintasi kawasan Simpang Lima. Setelah menyampaikan aksinya sekitar satu jam, kader PDI-P pun menyudahi aksinya dan membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 10.15 WIB. (cw2)