Jukir – Dishub Sepakat Naikkan Setoran Parkir

PARKIRBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Setelah berpolemik cukup panjang mengenai penolakan Juru Parkir terhadap kebijakan Dishub yang akan menaikkan setoran 10 persen, akhirnya mulai menemukan titik terang. Pasalnya, setelah melakukan rapat internal antara Himpunan Jukir Kota Bengkulu dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota, kenaikan setoran ini hanya diperuntukkan beberapa zona parkir yang memiliki tingkat kendaraan ramai saja. Sedangkan untuk zona parkir yang sepi tidak dikenakan kenaikan 10 persen.

“Kami menanggapi secara positif, karena sudah ada solusi dari Dishub dan sudah ada kesepakatan dari kami,” kata Ketua Himpunan Parkir Kota Bengkulu (HPKB), Fahrida, kemarin (13/8).

Menurutnya, terjadinya polemik penolakan tersebut disebabkan kebijakan Dishub tersebut masih membebankan kepada seluruh Jukir se-Kota Bengkulu atau 12 zona yang ada. Sementara, potensi perparkiran disetiap titik berbeda-beda sesuai tingkat kunjungan masyarakat. Sehingga, pihaknya menilai jika kenaikan tersebut diberlakukan akan menyengsarakan kehidupan para jukir, karena untuk mencukupi setoran rutin saja terkadang sangat sulit apalagi kalau ditambah 10 persen. Maka dari itu, pihaknya memberikan syarat agar kebijakan tersebut dikaji ulang dan memilih beberapa titik saja yang memang layak untuk dinaikkan. Atau dengan cara lain mencari potensi titik parkir baru untuk menambah target PAD.

“Memang ini menjadi solusi terbaik, dan kami siap mendukung untuk menambah target PAD itu. Bukan berarti kami membeda-bedakan jukirnya tetapi melihat situasi lahan parkir, karena pada dasarnya kita juga ingin membantu pemerintah dengan menyumbang PAD,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Bengkulu, Drs Bardin menambahkan, disamping menaikkan setoran di beberapa titik, ia juga berkomitmen untuk menambah titik-titik parkir baru. Karena, ia mengkhawatirkan tidak tercapainya terget PAD parkir sebesar Rp 5 miliar di tahun 2017 ini.

Maka, pihaknya terus memantau pembangunan atau tempat-tempat usaha baru seperti rumah makan atau hotel yang memiliki tingkat pengunjung yang ramai sehingga bisa menarik keuntungan melalui titik parkir.

“Sejauh ini tim kita masih turun melihat rumah makan baru yang bisa kita datangi untuk menaruh titik parkir. Karena kalau tidak diupayakan seperti ini, maka harapan untuk tercapai target masih sangat jauh, apalagi target sudah meningkat dari Rp 4 miliar menjadi Rp 5 miliar di tahun ini,” pungkasnya. (805)