Jual Sabu untuk Modal Usaha

TERSANGKA (1)

BENGKULU, BE – Pengedar sabu  sebanyak 723 paket narkoba jenis sabu  berinisial NK (24) yang ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Bengkulu,  mengaku  jika berjualan sabu untuk modal membuka usaha. Residivis dalam kasus yang sama itu mengedarkan sabu setelah ke lua r dari penjara pada bulan Agustus lalu. Ia tidak memiliki pekerjaan sehingga ingin mencari modal untuk usaha berjualan. Karena tidak ada modal tersebut, NK  meminta kepada salah seorang temannya saat sama -sama di  Lapas ketika menjalani hukuman di penjara berinisial AT. Kemudian oleh At diberikan  nomor handphone pemasok sabu berinisial UC yang tinggal di Medan, Provinsi Sumatera Utara.  Pada awal mengedarkan sabu, NK diberi 2,5 gram sabu oleh pemasok dan begitu juga pada pengiriman yang kedua yang masing-masing senilai Rp 4 juta. Terakhir sebanyak 13,24 gram (berat bersih) atau senilai 24 juta. Dalam menjual sabu tersebut, NK hanya diberikan sabu untuk dijualkan, ketika habis barula ia akan menerima uang dari penjualannya tersebut.
“Aku dikasih modal dulu jual sabu, barulah kalo lah abis baru aku dikasih duit,” ungkapnya.
Sedangkan dalam mendapatkan sabu tersebut, tersangka NK dan  pemasok telah berkomunikasi melalui  HP . Dimana, tersangka akan diberi peta atau petunjuk. Dimana para pemasok akan meletakan barang haram tersebut, sehingga tersangka tinggal mengambil barang tersebut.
“Aku ngambilnyo lewat peta, ditarok pengedar baru aku ngambiknyo,” jelasnya
Sedangkan, selama mengedarkan sabu ini, tersangka NK mendapatkan pelanggan kebanyakan dari masyarakat sipil, karyawan swasta dan PNS di wilayah kawasan Ipuh dan Ketahun Bengkulu Utara.

Sabu di LP
Sedangkan ditempat yang terpisah,
Pihak Lapas Malabero Bengkulu berhasil menggagalkan penyelundupan sabu.
Kalapas Malabero Kota Bengkulu, FA Widyo Putranto mengatakan penemuan sabu itu, terjadi pada Senin sore (26/10). Caranya diselundupkan didalam lotion oleh pelaku yang akan diberikan kepada salah seorang narapidana di Lapas tersebut.
“Penyelundupan narkoba sendiri dilakukan oleh pengunjung dan didapatnya penyelundupan di Lapas sendiri sudah 2 kali dalam satu bulan ini,” jelasnya.
Untuk barang bukti yang didapatkan, telah diserahkan kepada pihak Polres Bengkulu. Sedangkan untuk pemasok barang tersebut, telah dikantongi identitasnya dan sedang diselidiki oleh pihak kepolisian.(614)