Jembatan Rindu Hati Dibangun Permanen

jembatan-rindu-hati-kabupaten-bengkulu-tengah
Bakti/Bengkulu Ekspress Inilah jembatan sementara yang dibangun Dinas PU Kabupaten Benteng di Desa Rindu Hati, Taba Penanjung sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.

TABA PENANJUNG, Bengkulu Ekspress – Ambruknya jembatan penghubung menuju Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba PenanjungKabupaten Bengkulu Tengah (Benteng)  beberapa waktu lalu mendapat perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Benteng.

Kepala Dinas PU Kabupaten Benteng Drs H Racmat Rianto melalui Kabid Bina Marga Febrian Fatahillah ST MT mengaku bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pembangunan jembatan tersebut, dan ditargetkan selesai sebelum tanggal 20 Desember mendatang.

“Pembangunan jembatan permanen yang merupakan satu-satunya akses penghubung menuju Desa Rindu Hati saat ini sudah mulai dilakukan. Kami targetkan jembatan sudah rampung dibawah tanggal 20 Desember 2016.” kata Febrian.

Sambil menunggu jembatan permanen itu selesai, pihaknya juga sudah membangun jembatan sementara yang berlantaikan papan agar akses lalu lintas tidak terganggu.

Lebih lanjut dijelaskannya, sesuai dengan perencanaan, jembatan Desa Rindu Hati yang permanen tersbeut dibangun dengan panjang 12 meter dan lebar 4 meter.

“Jembatan menuju Desa Rindu Hati merupakan salah satu kebutuhan yang mendesak. Sebab itulah kami akan menggelontorkan dana senilai Rp 700 juta yang bersumber dari APBD-P tahun 2016,” terang Febrian.

Menurutnya, pembangunan jembatan permanen tersebut tetap dilakukan di posisi jembatan yang lama, sehingga mengharuskan pihaknya membongkar sisa-sisa material jembatan yang lama tersebut.

“Setelah membongkar total jembatan lama, saat ini kita sedang membuat pondasi jembatan baru. Sementara waktu, pengguna jalan akan menggunakan jembatan darurat yang sudah kami bangun,” demikian Febrian.

Sekedar mengingatkan, jembatan di Desa Rindu Hati mendadak ambruk sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa, 19 Juli 2016 lalu. Jembatan permanen yang dibangun saat Benteng masih menjadi wilayah Kabupaten Bengkulu Utara (BU) tersebut mengalami kerusakan akibat tidak mampu menahan tekanan air Sungai Rindu Hati yang kala itu banjir besar.(135)