Jembatan Putus, Ulu Talo Terisolir

3

ULU TALO, BE – Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma semakin terisolir saja. Pasalnya, kondisi jalan ke kecamatan itu yang kini rusak parah diperparah dengan putusnya jembatan di desa itu sekitar pukul 19.00 WIB kemarin (9/11). Yaitu jembatan yang menghubungkan dari Desa Argo Binangun menuju ke Desa Simpur Ijang dan Desa Mekar Jaya.

”Umur Jembatan Belly itu memang sudah tua dibangun sejak 1981. Selain itu, memang jembatan itu sudah jebol dan sudah bergeser dari posisinya,” tutur Pejabat sementara (Pjs) kepala Desa Argo Binangun Budiman kepada BE.
Musim penghujan dan jembatan rusak saat membuat dua desa, yakni Simpur Ijang dan Mekar Jaya di Kecamatan Ulu Talo saat ini terisolir.

”Tidak ada lagi penghubung atau akses kedua desa selain melalui jembatan tersebut. Aktivitas masyarakat menjadi terhambat. kita berharap dengan kondisi seperti saat ini pemda Seluma bisa cepat bertindak,” harapnya.
Ditegaskan Kades, masyarakat di wilayah tersebut datang transmigrasi pada tahun 1982. Saat itu jembatan bally tersebut sudah ada. Dari informasi yang didapat jembatan itu sudah dibangun sejak 1981. Kemudian sampai saat ini belum pernah dilakukan perbaikan atau dibangun baru.

“Jika masih seperti ini, maka kita di desa ini semakin tertinggal,” keluhnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Seluma Irihadi MSi siang kemarin, bersama dengan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Supardi SSos dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum M Syaifullah ST, kemarin telah mendatangilangsung lokasi jembatan yang putus. Jembatan penghubung tersebut memang sudah diperhatikan saat mulai bergeser dan rusak. Dalam APBD 2017, Dinas PU Seluma sudah memprogramkan pembangunannnya, namun karena APBD 2017 belum disahkan, jadi pembangunannya baru bisa berjalan awal tahun nanti. Sekda mengatakan di Ulu Talo segera dibangun jembatan sementara atau jmbatan darurat, sehingga akses masyarakat tidak terhambat.

“Dalam APBD 2017 sudah diprogramkan, tapi untuk sementara ini dibangun terlebih dahulu jembatan darurat. Menggunakan papan dan memanfaatkan bekas besi yang masih bisa dipakai,” tegasnya.(333)