Jembatan Karang Tinggi Sulit Dilewati

Bakti/Bengkulu Ekspress RUSAK : Lantai jembatan yang menghubungkan antara Desa Karang Tinggi menuju kawasan pusat perkantoran Desa Renah Semanek, Kecamatan Karang Tinggi saat ini mulai rusak dan dikeluhkan warga.
Bakti/Bengkulu Ekspress RUSAK : Lantai jembatan yang menghubungkan antara Desa Karang Tinggi menuju kawasan pusat perkantoran Desa Renah Semanek, Kecamatan Karang Tinggi saat ini mulai rusak dan dikeluhkan warga.

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Perhatian serius bagi masyarakat yang hendak melintasi jalan kabupaten yang menghubungkan antara Desa Karang Tinggi menuju kawasan pusat perkantoran di Desa Renah Semanek, Kecamatan Karang Tinggi. Pasalnya, salah satu jembatan semi permanen berlantaikan papan di jalur tersebut sudah mulai sulit dilewati.

Pantauan Bengkulu Ekspress, papan yang merupakan lantai jembatan saat ini sudah mengalami kerusakan dan lapuk. Akibatnya, jalan akan sulit dilewati oleh pengguna kendaraan, terutama kendaraan roda dua (sepeda motor,red).

“Lantai jembatan sudah mengalami kerusakan parah. Dalam kondisi ini, kami sulit untuk melintas,” ungkap Sulas (28) warga Desa Karang Tinggi.

Menurut Sulas, kerusakan jalan akan sangat dirasakan oleh pengguna jalan saat musim penghujan seperti saat ini. Sebab, lantai papan akan licin dan tak jarang membuat kedaraan terpeleset serta terjatuh.

“Saat musim panas, kerusakan jalan tidak begitu berpengaruh. Akan tetapi, saat musim hujan, jembatan menjadi sangat licin. Bahkan, tidak jarang pengguna kendaraan yang kebanyakan adalah ibu-ibu memutuskan untuk berjalan dan mendorong sepeda motornya hingga penghujung jembatan,” beber Sulas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Benteng, H Rachmat Rianto ST melalui Kabid Binamarga, Febrian Fatahillah ST MT mengungkapkan bahwa proses perbaikan jembatan tersebut memang sudah dilakukan secara rutin setiap tahun. Terkhusus jembatan di Desa Karang Tinggi, Febrian mengatakan bahwa perbaikan sudah dilakukan pada awal tahun 2017 lalu.

“Perbaikan memang selalui dilakukan setiap tahun. Banyaknya kendaraan bermuatan material dan mengangkut hasil perkebunan membuat lantai papan tak bertahan lama. Perbaikan akan kita lakukan pada tahun 2018 serentak dengan lanjutan pembangunan jembatan permanen yang berada tepat di sebelahnya,” kata Febrian.(135)