Jembatan Jambu Dibiarkan Rusak

BENTENG, BE – Masyarakat di Kecamatan Merigi Kelindang mengharapkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah memperbaiki jembatan penghubung bagi dua kecamatan, yakni Merigi Kelindang menuju Taba Penanjung ,tepatnya jembatan di Desa Jambu . Jembatan ini sudah sekitar setahun terakhir rusak dan terkesan dibiakan tanpa perbaikan. Dampaknya akses bagi warga kedua kecamatan terancam terputus.
Dijelaskan Bastari (29) Warga Desa Jambu, kerusakan jembatan sudah berlangsung hampir setahun. Jembatannya sudah kropos, pondasi jembatan mulai bolong hingga besi bagian dalamnya terlihat. Kondisi ini mengancam keselamatan pengendara.
“Bahayanya kalau malam hari keadaan jalan gelap, pengendara yang tidak mengetahui kondisi jembatan dapat terperosok ke lubang jembatan,” ujar Bastari.
Menurut Bastari, jembatan Desa Jambu mengalami kerusakan karena adanya aktifitas kendaraan bermuatan berat, baik mengangkut material jalan, kayu ataupun hasil alam lainya. Diduga jembatan yang sudah tua, sehingga tidak mampu menahan beban muatan kendaraan dengan bobot besar dan berat.
“Tahun lalau ada pembangunan jalan diatas, karena pengangkutan materialnya jembatan yang dilewati kendaraan berat jadi rusak. Kondisinya diperparah jalan yang baru dibangun juga tidak bertahan lama, lalu jembatan juga rusak. Kita jadi mempertanyakan dimana letak pembangunannya,” ungkap Bastari.
Sedangkan Sumardi (40) warga lainya menuturkan, Jalan Desa Jambu merupakan satu-satunya akses terdekat dari Merigi Kelindang menuju Kecamatan Taba Penanjung. Warga sangat mengharapkan Pemda memperbaiki jembatan tahun ini, supaya aktifitas warga lintas kecamatan tidak lumpuh atau terhambat.
“Kita harapkan Pemerintah benar-benar membangun, jangan setengah-setengah. Supaya hasil yang didapat juga sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat bukan seperti ini,” tuturnya.
Sumardi juga mengharapkan adanya pembangunan sesuai dengan beban jalan yang setiap harinya dilalui kendaraan berbobot berat. Supaya daya tahan jalan dan jembatan berlangsung lama, dan Pemerintah tidak harus melakukan pembangunan setiap tahu dititik jalan dan jembatan yang sama.
“Jika sudah sesuai dengan beban kendaraan yang melintas, tinggal melakukan perawatan rutin saja. Jadi tidak harus membangun setiap tahun,” tutupnya. (320)