Jauh-Jauh Datang dari Bandung, Ternyat Sepi Pembeli

Keluh Kesah Penjual Bendera dan Umbul-Umbul di Bengkulu Selatan

MAIN HP: Penjual bendera dan umbul-umbul di depan terminal Gunung Ayu mengisi waktu dengan main HP lantaran sepi pembeli.
MAIN HP: Penjual bendera dan umbul-umbul di depan terminal Gunung Ayu mengisi waktu dengan main HP lantaran sepi pembeli.

Kondisi Perekonomian yang kurang bagus tahun ini, sepertinya juga dirasakan warga Bengkulu Selatan (BS). Pasalnya, jika tahun-tahun sebelumnya barang dagangan yang datang dari luar selalu diburu warga Bengkulu Selatan, termasuk bendera dan umbul-umbul, maka tahun ini, bendera dan umbul-umbul yang sengaja didatangkan penjual dari Bandung, Provinsi Jawa Barat masih sepi pembeli.

Asrianto-Bengkulu Selatan

Tahun-tahun sebelumnya, penjualan bendera dan umbul-umbul menjelang HUR RI 17 Agusus di Bengkulu Selatan, selalu diburu warga Bengkulu Selatan. Sehingga tahun ini banyak penjual dari Bandung mencoba peruntungan dan berharap bendera dan umbul-umbul yang mereka jual juga laris terjual seperti tahun lalu. Hanya saja, hingga saat ini harapan mendulang rezeki belum nampak

“Tahun ini sepertinya kurang beruntung, bendera dan umbul-umbul yang kami jual masih sepi pembeli,” kata Jonet (25), pedagang bendera di depan terminal Gunung Ayu, Kota Manna, kemarin (6/8).

Tahun ini merupakan tahun pertama Jonet berjualan bendera di BS. Sebelumnya ia berjualan bendera di Provinsi Lampung. Hanya saja karena penuturan teman-temannya tahun lalu penjualan bendera di Bengkulu Selatan sangat bagus, sehingga Jonet juga tertarik.

Lalu pada 26 Juli lalu Jonet bersama ke-3 temannya berangkat dari Bandung ke Bengkulu Selatan untuk berjualan bendera. “Hari ini (kemarin red) dagangan saya baru 4 umbul-umbul yang laku, biasanya penuturan teman saya, tahun lalu sudah lebih sekodi atau 20 lembar yang terjual,” imbuhnya.

Namun demikian, sebagai pemuda yang sudah berjualan bendera sejak 6 tahun lalu, Jonet merasakan jika tahun ini bukan tahun keberuntungan menjual bendera. Hal ini bukan hanya dirasakan dirinya saja, namun teman-temannya yang lain juga demikian.

“Mudah-mudahan saja, hingga 15 Agustus nanti masih ada yang mau membeli, karena 16 Agustus kami pulang. Paling tidak meskipun tidak dapat uang banyak, minimal dapat uang lelah, Alhamdulilah,” ujar Jonet.

Hal sama juga dirasakan Rudi (30), penjual bendera dan umbul-umbul di simpang tiga depan Masjid Maria Affan, Kota Manna. Rufi mengaku minat warga membeli bendera dan umbul-umbul saat ini sangat sedikit.

” Warga tidak membeli mendera, kemungkinan bendera dan umbul-umbulnya tahun lalu masih bagus,” ucapnya.

Rudi yang juga berasal dari Bandung ini berharap, dengan waktu masih ada 10 hari lagi, jualan bendera dan umbul-umbulnya masih ada yang membelinya. Sehingga masih ada harapan membawa uang pulang ke Bandung.

“Saya tetap berharap, masih ada warga yang membeli bendera dan umbul-umbul sebelum 17 Agustus, meskipun barang yang kami bawa tidak habis, setidaknya masih bisa membawa uang pulang untuk keluarga di Bandung,” harap Rudi. (***)