Janggal, Korban Perampokan Diamankan

Penyidik Periksa 6 Saksi dan Pelajari CCTV

agus-kurniawan-25-masih-menjalani-pemeriksaan-intensif-penyidik-polres-seluma-kemarin
Karyawan Kantor Pos Tais, Agus Kurniawan (25) warga Kelurahan Padang Rambun masih dalam pemeriksaan intensif di Polres Seluma. (Foto JEFFRY/BE).

SELUMA TIMUR, BE – Jajaran Polres Seluma harus bekerja ekstra, untuk bisa berhasil mengungkap dalang aksi perampokan uang milik PT Pos Cabang Seluma di Jalan Merdeka, Tais Kabupaten Seluma.

Selain melakukan penyelidikan secara maraton terhadap saksi korban Agus Kurniawan (25), warga Kelurahan Padang Rambun Kecamatan Seluma Selatan, penyidik juga mempelajari Closed Circuit Television(CCTV) yang diduga telah merekam wajah pelaku termasuk mempelajari ciri-ciri khusus dari CCTV tersebut.

“Seluruh keterangan masih kita himpun dari lapangan termasuk mempelajari sidik jari yang menjadi lokasi persinggahan pelaku sebelum menjalankan aksinya. Serta mempelajari CCTV milik PT Pos itu sendiri,” ujar Kapolres Seluma, AKBP Raden Tri Wahyu Budiyanto SIK didampingi Kabag Ops Kompol Sugeng Hari SH MH didampingi Kasat Reskrim AKP Margopo kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (24/11).

Penyidik Polres Seluma juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi dalam kasus perampokan ini. Mereka dari kalangan pedagang, kemudian juga warga sekitar yang melihat.

Sementara Agus Kurniawan masih diamankan di Mapolres Seluma. Mengingat sejauh ini sejumlah keterangan saksi Agus masih tidak konsisten dan masih rancu.

Sedangkan Kepala Kantor Pos Tais, Gusti Firdaus (52) sampai saat ini belum diperiksa oleh aparat Polres Seluma.

“Enam saksi sudah dimintai keterangan, kemudian kita mempelajari wajah pelaku yang ada di CCTV. Sedangkan Kepala Kantor Pos Tais akan dimintai keterangan juga,” beber Kasat Reskrim.

Margopo mengungkapkan, penyidik menemukan adanya beberapa kejanggalan dari kasus perampokan yang menimpa karyawan Kantor Pos Tais ini. Hanya saja, sejumlah kejanggalan yang diraih penyidik tersebut belum bisa dibeberkan secara detail mengingat hal tersebut masih dalam penyelidikan untuk membuktikan siapa pelaku kasus perampokan tersebut.

“Kita tidak bisa menetapkan seseorang tersangka, karena harus didukung dengan saksi dan alat bukti yang kuat. Namun sejauh ini beluma ada alat bukti yang kuat,” terang Kasat Reskrim.

Dari pantauan BE, tim forensik Polda Bengkulu dan Polres Seluma sudah memeriksa sejumlah sidik jari di seputaran lokasi, termasuk sejumlah piring yang dipergunakan pelaku sebelum menjalankan aksinya sudah diamankan.

Korban Tahu Jalan yang Ditempuh Pelaku

Disisi lain, karyawan Kantor Pos Tais, Agus Kurniawan (25) warga Kelurahan Padang Rambun masih dalam pemeriksaan intensif di Polres Seluma.

Agus sebelumnya bekerja di Kantor Pos Rimbo Kedui Kecamatan Seluma Selatan. Setelah 8 tahun ia dipindahkan ke Kantor Pos Tais. Selanjutnya ia dipercaya menyetorkan uang milik Kantor Pos ke salah satu bank yang ada di Kota Tais.

Dari pengakuan Agus, sehari sebelum kejadian ia juga telah menyetorkan uang sebesar Rp 120 juta. Hanya saja, naasnya Selasa(22/11) saksi hendak menyetorkan uang sebesar Rp 184 juta, justru ia dirampok oleh dua orang pelaku.

Keterangan Agus sendiri berbeda dengan keterangan Kepala Kantor Pos yang mengatakan uang yang akan disetorkan sebesar Rp 185 juta. Jelang pemeriksaan secara intensif oleh penyidik BE berkesempatan melakukan introgasi terhadap saksi kunci perampokan tersebut.

“Awalnya saya bermaksud untuk menyetorkan uang sebesar Rp 184 juta dari Pos ke bank. Kemudian saat akan berangkat tiba tiba muncul dua orang menggunakan senjata api. Mereka langsung menendang saya dan menyeret saya hingga masuk ke dalam mobil yang sudah diparkir,” ujar Agus.

Agus menambahkan, pelaku berjumlah dua orang, mereka menggunakan senpi. Ia kemudian disuruh masuk ke dalam mobil pelaku.

Ia mengetahui kalau ia dibawa melewati jalan sepanjang pesisir pantai, melewati Pasar Seluma, Air Periukan kemudian Pasar Ngalam dan tembus ke arah Arau Bintang, kemudian ia ditinggalkan di Pulau Baai. “Mata dan mulut saya ditutup menggunakan lakban saat sampai di Kelurahan Napal, setelah beberapa ratus meter dari Kantor Pos.

Selama di perjalanan Agus mengaku pelaku mengancam akan membunuh anak dan istrinya, jika ia menolak dan tidak menurut perintah pelaku.

Ia juga mengaku dipukul dan diancam. Salah seorang dari pelaku ada yang memukul di bagian pipi sebelah kiri, memukul bagian punggung serta memukul kepala bagian atas menggunakan senpi. Agus kemudian ditemukan oleh salah seorang warga yang melihatnya.

Ia mengaku tidak kenal sama sekali dengan pelaku karena kejadiannya begitu cepat. Tapi salah satu dari mereka berperawakan tinggi kurus hitam, kemudian menggunakan baju warna cokelat dan celana jeans, serta mengggunakan sandal Eiger.

Polda Back Up Polres Seluma

Sementara itu, Polda Bengkulu melalui Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) ikut memback up Polres Seluma dalam mengungkap kasus perampokan tersebut.

Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Drs Yovianes Mahar melalui Direskrimum Kombes Pol A Rafik untuk kasus perampokan yang terjadi di Seluma, pada saat mendapatkan informasi dari anggota yang ada di Seluma, jajaran Reskrim Bengkulu langsung melakukan identifikasi dan sampai saat ini anggotanya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku, walaupun dalam kasus ini penanganannya masih dilakukan di Polres Seluma. “Anggota kita masih di lapangan, kita berdoa saja semoga cepat terungkap,” jelasnya, kemarin (23/11).

Dalam penyelidikan terhadap korban, para anggota baik itu dari Polda Bengkulu ataupun Polres Seluma masih kebingungan dengan apa yang disampaikan oleh korban. Seperti pada saat itu korban mengatakan bahwa para pelaku berjumlah dua orang dan selanjutnya mengatakan tiga orang sehingga diduga korban juga terlibat dari kasus perampokan itu.

Namun A Rafik juga tidak langsung menuding korban terlibat, bisa saja korban salah memberikan keterangan karena masih dalam keadaan shock, sehingga dirinya tidak konsen dengan apa yang ditanyakan terhadapnya mengenai apa yang telah terjadi.

“Jadi ketika dia bilang pelakunya ada satu orang, dua orang atau tiga orang itu wajar-wajar saja,” ujarnya

A Rafik menjelaskan, bahwa untuk kasus ini pihaknya beserta penyidik Polres maupun Polsek se Provinsi Bengkulu, telah dikerahkan untuk mengejar para pelaku yang identitasnya telah teridentifikasi berkat bantuan CCTV dari kantor Pos Seluma yang pada saat itu merekam kejadian perampokan tersebut. “Kita telah mengerahkan semua anggota, karena para pelaku sudah teridentifikasi,” ujarnya.

Dalam aksi kejahatan, berdasarkan teori bisa dipastikan tidak ada yang sempurna ketika menjalankan aksi kejahatan, sehingga pihak kepolisian bisa mencari sisi-sisi yang bisa didalami untuk mencari bukti-bukti yang mengarah kepada siapa pelaku dari aksi perampokan yang terjadi di kantor Pos Seluma. Dalam kejadian ini, ketika berhasil menemukan korban, penyidik langsung melakukan rekonstruksi dengan korban dan meminta keterangan dari bebrapa orang saksi, sehingga bila nanti ditemukan adanya kejanggalan, maka polisi akan mempelajarinya.

“Sehingga kita bisa membuktikan bahwa kejadian ini tidak seperti itu kejadiannya,” ucap Direskrimum.
Untuk diketahui, Agus Kurniawan, seorang karyawan Kantor Pos Tais Rabu (22/11) lalu menjadi korban perampokan saat akan menyetorkan uang sebanyak Rp 185 juta ke salah satu bank di Tais, Selumna.

Korban ditodong oleh pelaku menggunakan senjata api sebanyak dua orang. Kemudian korban langsung dibawa kabur ke arah Kota Bengkulu. Korban Agus kemudian dibuang ke kawasan eks lokalisasi Pulau Baai hingga akhirnya berhasil ditemukan warga.(333/614)