Jangan Jual Kondom pada Pelajar dan ABG

BENGKULU, BE –  Penjualan alat kontrasepsi, seperti kondom yang telah menjadi tradisi di kalangan pelajar dan anak baru gede (ABG) menjelang pergantian tahun, harus dicegah.  Baik itu dari pihak pemerintah dan instansi terkait.  Termasuk pada orang tua dari para anak remaja  ini, untuk meningkatkan kewaspadaan agar anaknya tidak terjerumus ke dalam perilaku yang menyimpang dan dapat merusak masa depannya.  Salah satu caranya, dengan melakukan evaluasi penjualan kondom dan meningkatkan penyuluhan.
“Sebenarnya, kondom ini program pemerintah, namun jika disalahgunakan maka akan membawa dampak buruk bagi generasi penerus,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat di Kota Bengkulu, Sairin, kemarin ketika diminta tanggapannya.
Menurutnya,  larangan penjualan kondom kepada kalangan pelajar  dinilai wajar.  Sebab,  jika alat kontrasepsi dibeli oleh kalangan pelajar itu sudah pasti akan digunakan untuk berhubungan badan dengan pacarnya. Berbeda  jika yang belinya, kalangan orang dewasa.  Apalagi, kondom ini sangat mudah didapati oleh pelajar karena dijual bebas di apotek.  Oleh sebab itu, sebelum terlambat perlu dilakukan cara untuk mengantisipasi  terjadinya praktik asusila.
“Memang perlu dilakukan pengkajian atas larangan penjualan kondom kepada kalangan pelajar itu,” tukasnya.
Senada diutarakan tokoh agama Kelurahan Kandang Limun, Alipin.  Menurutnya, pelajar dan ABG yang menggunakan kondom untuk berhubungan badan di malam pergantian tahun yang menjadi tradisi itu, harus dihentikan. Pasalnya, perbuatan ini termasuk perbuatan yang sangat dilarang agama. Karena, melakukan hubungan badan belum menikah itu sama saja dengan perbuatan  zina.
Pihak sekolah kata Alipin, juga harus mengambil tindakan pencegahan dengan cara memberikan penyuluhan kepada pelajar.  Pihak sekolah dan orang tua  memiliki peranan yang cukup penting untuk melakukan pencegahan.   “Masih banyak cara lain untuk merayakan malam pergantian tahun atau tahun baru itu,” celetuknya.
Diterangkannya,  pemerintah dan dewan perlu melakukan terobosan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan. Karena, kedua instansi ini merukan pengambil  kebijakan.  Ataupun, setidaknya dilakukan penelusuran kebenaran meningkatnya penjualan kondom disaat menjelang tahun baru ini. Sehingga, didapati data dan fakta untuk menjadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan.  Sebab yang perlu diselamatkan itu adalah generasi penerus yang mempunyai peran penting dalam memajukan bangsa dan negara ini.   Akan tetapi juga, sebaliknya, jika tradisi ini dibiarkan, maka kedepannya akan menjadi lebih parah lagi. “Kita berharap, pemerintah dan dewan dapat mengambil langkah tepat untuk mengantisipasi hal ini,” pungkasnya. (111)