Jamaah Haji Cek Ulang Kesehatan

RIO-SUASANA HARU KEPULANGAN JEMAAH HAJI KOTA (2)BENGKULU, BE – Sebanyak 450 jamaah haji kelompok terbang (kloter) 7 Padang atau kloter pertama Provinsi Bengkulu tiba di embarkasi haji antara. Kedatangan rombongan jamaah itu molor satu jam jam dari jadwal sebelumnya pukul 09.00 namun baru tiba sekitar pukul 10.00 wib.

Dari Bandara Fatmawati Bengkulu sebanyak 9 unit bus rombongan jamaah langsung menuju embarkasi haji antara (EHA), dan langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan. Jamaah haji langsung diperiksa kesehatanya, dan yang menderita flu dan batuk dipasang alat pendeteksi Infrared Thermal. Dan dari pemeriksaan itu diketahui 2 jamaah dalam keadaan suhu tubuh tinggi, yakni 38 derajat Celcius. Dua jamaah itu adalah Safriana dan Sandra Kirana Syarifudin warga Kota Bengkulu.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan, Djauzi saat dikonfirmasi mengatakan, pemeriksaan kesehatan sudah diatur dalam Undang-undang Karantina Kesehatan Udara Nomor 2 tahun 1962. Kesehatan jamaah ini sebelum tiba di Bengkulu telah dipantau sejak di Mekkah, Padang dan terakhir di Bengkulu.

Dan saat ini virus yang tengah mewabah adalah Mers Cov dan ebola. Gejala yang ditimbulkan diawali dengan flu dan batuk, makanya dalam pemeriksaan itu tim KKP telah menyediakan sebanyak 4 unit Infrared Thermal. Alat ini berfungsi untuk mengecek secara manual suhu tubuh dari jarak dekat yakni ditempelkan pada telinga dan dahi. ” Alhasil jemaah haji yang panas tinggi di atas 38 dan dicurigai,” katanya.

Jamaah juga menyerahkan data riwayat penyakit yang terdapat di buku kesehatan haji yang telah dicap berlambang Garuda. Buku itu akan diteruskan ke pemerintah kota atau kabupaten asal jemaah itu. Dan dalam 14 hari jamaah diminta untuk aktif melaporkan diri ke layanan kesehatan terdekat.

Meski belum ada yang dirujuk ke Rumah sakit, jamaah diminta untuk mengantisipasi melalui sistem kewaspadaan dini, dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan ke layanan kesehatan terdekat, jika selama 14 hari tidak ada gejala maka dinyatakan bebas dari gejala tersebut.

Di sisi lain, adanya dua jamaah dengan panas tinggi itu, Tim Kesehatan Haji Indonesia kloter 7, dr Sri Yani Djamri menuturkan jika dua jamaah dengan panas tinggi itu belum dipastikan terindikasi Merscov. Untuk bisa memastikan ia terkena virus tersebut harus dilihat selama 14 hari kedepan. Namun, harapannya panas tinggin suhu tubuh jamaah ini hanya mengalami dehidrasi saja. “Seseorang dengan panas tinggi belum bisa dicurigai membawa penyakit berbahaya, seperti Mers Cov. Harapan kita hanya dehidrasi saja, ” tukasnya.

Pun begitu karena tidak ada tanda-tanda klinis, usai diperiksa, jemaah haji tersebut diperbolehkan berkumpul kembali dengan rombongannya dan bisa pulang ke keluarganya.

Kasubag Informasi Kanwil Kemenag Bengkulu, H Nopian Gustari MPdi, tak menampik adanya jamaah Bengkulu yang memiliki panas tinggi. Namun tidak ada laporan dari kesehatan yang menyatakan jamaahnya terpapar virus Mers cov. Jikapun ada hal itu harus ditindak lanjuti secepatnya.

// Diterima Gubernur
Kedatangan jamaah kloter pertama provinsi Bengkulu itu terdiri dari 232 orang jamaah Kota Bengkulu, 134 orang jamaah Seluma, 75 orang jamaah Lebong dan 5 petugas kloter serta 4 orang TPHD. Setibanya diembarkasi haji antara, dan telah melalui pemeriksaan kesehatan, jamaah disambut gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah MPd, didampingi kanwil Kemenag Bengkulu H Dr Suardi Abbas MHi, Biro Administrasi Kesra Setda provinsi Bengkulu, H Cik Asan Den MSi, Kadishubkominfo, Rusdi Bakar. Sedangkan pejabat Seluma dihadiri Sekda Seluma, Irihadi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Bengkulu menceritakan kekhawatiranya terhadap kondisi jamaah Bengkulu akibat musibah yang terjadi saat robohnya crane dan musibah Mina. ” Saya melihat perkembangan informasi di media, dan satu jemaah Bengkulu menjadi korban crane, dan di Mina tidak ada. Perkembangan informasi lainya juga saya minta dari Kanwil Kemenag, dan petugas dari Arab,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga meminta korban crane Ali Sabri Salamun yang juga tergabung dalam kloter 7 menceritakan tragedi memilukan itu. Sontak, cerita Ali Sabri Salamun yang didampingi istrinya Hasnatul Aini membuat suasana menjadi hening. Pada saat itu, Ali Sabri mengaku trauma dan masih mengeluhkan rasa sakit yang ia rasakan hingga saat ini. Mendengar hal itu, gubernur meminta pada Ali Sabri Salamun untuk melakukan cek kesehatan ke rumah sakit tanpa dikenakan biaya sedikitpun.

Rasa haru, gembira juga diungkapkan Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, bahwa seluruh jamaah haji yang tergabung dalam kloter 7 utuh kembali dan berkumpul bersama keluarga di Bengkulu. ” Kami atas nama pemerintah daerah sangat gembira dan harapan kami dengan berpulangnya jamaah ke Bengkulu dapat memotivasi jamaah yang lain dan menunaikan ibadah haji kedepanya. Kami juga berharap jamaah-jamaah ini menjadi haji dan hajjah yang mabrur,” tukasnya. Serah terima jamaah itu ditandai dengan penyerahan bendera Kloter yang dilakukan ketua kloter 7 Yasaroh kepada Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah.

Nyaris Ricuh
Pemulangan rombongan jamaah haji kloter 7 tak berjalan mulus, pasalnya masih ditemukan jamaah yang nekat ingin menemui keluarganya yang telah menunggu di pintu masuk Asrama Haji.

Para anggota keluarga itu melambaikan tangan.selanjutnya,ada jamaah haji yang bergerak mendekati keluarga. Namun hal itu sempat ditahan oleh panitia, dan nyaris terjadi bersitegang antara keluarga dan panitia. Untungnya kondisi itu bisa ditenangkan setelah adanya aparat.

Giliran Kloter 8
Hari ini giliran jamaah haji kloter 8 tiba di bumi rafflesia. Kloter yang terdiri dari 155 orang jamaah Bengkulu Utara, 133 orang jamaah Mukomuko, 84 orang jamaah Kaur, 70 orang jamaah Bengkulu Tengah, dan 5 orang petugas kloter dan 4 orang TPHD tiba di Bengkulu. Dari 451 jamaah yang diberangkatkan diketahui dua jamaah di kloter ini yang meninggal, yakni satu jamaah meninggal diasrama atasnama Zainal Sukri dan satu jamaah lagi meninggal di Mekkah atasnama Darwati Ibrahim keduanya jamaah asal Bengkulu Utara.

Penyambutan jamaah haji ini tidak ubahnya penyambutan dari kloter 7, namun direncanakan akan dihadiri wakil gubernur Bengkulu.

Jamaah dijadwalkan mendarat di bandara fatmawati pada pukul 03.00 wib. Dan akan diserakan kepanitia haji kabupaten/kota pada pukul 09.00 wib.

” Tidak ada jamaah yang ditinggalkan di Jeddah, bahkan yang sakit sudah bisa bergabung pulang ke tanah air, ” ungkap Kakanwil Kemenag Bengkulu, Dr H Suardi Abbas, MHi diamini Ketua Media Center Panitia haji, Sukran Andres.

Suardi Abbas, berharap seluruh jamaah Bengkulu dapat kembali dengan selamat, dan tidak ada yang tertinggal satu orangpun. Sementara barang-barang jamaah haji yang meninggal akan dibawa ketua kloter yang selanjutnya diserahkan kepada keluarganya. (247)