Jamaah Haji Bengkulu Suspect MERS-COV

Bengkulu
Padeks/Ist SAKIT: Salah satu jamaah haji Embakasi Padang yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) III asal Bengkulu saat mendapat perawatwan di RSUP Dr M Djamil Padang.

1 Dirawat di Padang,
59 Rawat Jalan, 2 Dirujuk di RSMY

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Setelah seorang jamaah haji Hj Romnah Mad Said Binti Mad Said, warga Desa Tumbuk Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah tergabung dalam kloter 3 Padang asal Bengkulu Tengah meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil, Padang karena Suspect MERS-COV.

Jamaah jamaah Bengkulu kembali Suspect MERS-COV, yaitu Tugiman Wongso Karto Bin Wongsokaro (71) warga jalan Lettu Ubadi Manna Ketapang besar Kabupaten Bengkulu Selatan, di rawat RSUP M Djamil, Padang. Sementara itu berdasarkan hasil pemeriksaan penerimaan jamaah di asrama haji antara Bengkulu, melalui skrining suhu tubuh yang dilakukan terhadap 383 orang jamaah, didapat 59 orang rawat jalan, dan 2 orang harus dirujuk, yaitu Parial Akhirudin Duafa dan Abdur Roni Abu.

Keduanya di rujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu setelah diskrining diketahui suhunya lebih dari 38 derajat celcius. Sementara Eko Nursaputro Laksono (28) mendapatkan therapy di poliklinik dan rawat jalan.

Informasi yang dikumpulkan BE, dua jamaah ini sama-sama terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena Kondisinya lemah dan demam tinggi. Kepala kantor Kesehatan Pelabuhan provinsi Bengkulu, Rosyid Ridlo Prayogo MKm saat dikonfirmasi membenarkan, jika kedua jamaah yang yang Suspect MERS-Cov. “Laporan dari KKP Padang seperti itu, dan dugaan suspect tersebut sudah disampaikan ke Pusat, ” katanya saat dihubungi via telepon, kemarin (12/9).

Sebelumnya, jenazah Romnah telah dibawa ke Bengkulu bersama dengan kepulangan jamaah haji kloter 4.

Setibanya di Bandara, jenazah sudah dikemas dalam peti jenazah. Karena diduga suspect maka peti tidak diperkenankan untuk dibuka, pihak keluargapun dilarang untuk melihatnya. Hal ini untuk mewaspadai penularan virus.

Sementara itu kondisi Tugiman masih dalam perawatan intensif pihak RSUP M Djamil, belum ciri-ciri yang dialaminya nyaris sama yakni demam disertai batuk. Pihak medispun telah mengambil sampel laboratorium yang diambil dari pasien, dan untuk memastikan hasilnya, selanjutnya sampel tersebut dikirim ke pusat.

“Ini baru dugaan, dan hasilnya biasanya akan diketahui beberapa hari kedepan dari pusat dikirim ke Padang dan disampaikan ke KKP Bengkulu, ” tutupnya.

Disisi lain, jamaah haji kloter 4 Padang disambut oleh Plt Sekda Provinsi Bengkulu didampingi Kakanwil Kemenag Bengkulu. Prosesi serah terima bendera kloterpun dilakukan. Dalam laporan PPIH debarkasi antara Bengkulu, Bustasar meyebutkan, jamaah kloter 4 Padang yang pulang berjumlah 387 dengan rincian 16 orang Jamaah Kota Benngkulu, 130 jamaah kabupaten Bengkulu Selatan, 231 orang jamaah kabupaten Rejang Lebong, 3 orang jamaah Kepahiang, serta petugas.

Diketahui seorang jamaah yang tergabung dalam kloter 4 PDG meninggal di makkah atasnama Nurma Wahi Aman asal Kabupaten rejang Lebing, ia meninggal di Madinah dan dimakamkan di Baqi. Kemudian dua orang jamaah sakit, satu orang dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia atasnama Nurjanah Mutalib Binti Mutalib warga desa Karang Jaya kecamatan Selupu Rejang kabupaten Rejang Lebong, sehingga ditanazulkan. Selanjutnya seorang lagi atasnama Tugiman Wongsio Karto dirawat di RSUP M Djamil. (247)