Jalinbar Rawan Longsor, PU Diminta Tanggap

DSC_0030 (1)
TAP, BE – Jalan lintas barat (Jalinbar) menghubungkan Kabupaten Bengkulu Utara (BU) dan Kota Bengkulu akhir-akhir ini rawan longsor. Terutama di sebagian jalan sebelum Desa Sawang Lebar, Kecamatan Tanjung Agung Palik.
Rahmadi (46), warga setempat, mengatakan setiap hujan deras mengguyur pasti dipastikan longsor semakin menyulitkan pengguna jalan. Pasalnya tanah yang menutupi jalan berubah menjadi lumpur yang menyulitkan pengendara jalan melintas, tidak jarang ada yang terjatuh tidak bisa mengendalikan sepeda motornya.
“Setiap hujan deras mengguyur jalan ditutupi tanah semua, jalan licin. Belum lagi ada batang pohon dan semak yang ikut terbawa longsor menutupi jalan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini longsor sudah diantisipasi oleh Dinas PU BU. Mereka mengeruk tanah yang menutupi jalan menggunakan alat berat. Meski demikian ia mengharapkan agar nanti jika terjadi longsor susulan pihak terkait langsung mengantisipasinya.
“Tanah d isini kan juga labil mas, karena setiap hujan tanah itu turun ke badan jalan. Namun untuk saat ini dinas PU sudah mengantisipasi titik longsor mengeruk tanah yang menutupi badan jalan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kabupaten BU, Ir Mazwardi MM mengatakan, terjadinya longsor di jalinbar sudah dibahas oleh anggota DPRD saat melakukan sidak ke Dinas PU beberapa waktu lalu. Mereka meminta setiap ada laporan adanya tanah longsor yang menutupi badan jalan langsung dikeruk, tujuannya jelas tidak menyulitkan pengguna jalan yang melintas.
Mazwardi mengaku sudah dua kali pihaknya melakukan pengerukan di jalinbar itu. “Kami sudah memenuhi mandat para anggota dewan yang mengatakan untuk mengantisipasi sementara longsor itu. Dengan mengeruk tanah yang menutupi jalan, kami menurunkan alat berat mengeruk tanah itu,” kata Mazwandi.
Terkait jalinbar itu tanggung jawab provinsi, Mazwandi mengaku ia tidak mempersalahkan itu. Yang terpenting saat ini apa yang dilakukannya untuk kepentingan masyarakat. Namun ada beberapa keluhan yang dikatakan Mazwandi, yakni masyarakat kurang menjaga rambu lalu lintas yang sudah terpasang di bagian jalan tertentu.
Rambu jalan yang sudah dipasang dinas PU saat ini sudah ada yang hilang bahkan rusak, padahal pemasangan itu belum lama dilakukan.
“Sebenarnya jalinbar tanggung jawab Dinas PU Provinsi. Kami menyayangkan itu, Dinas PU Prov kurang begitu peduli mengenai kondisi jalinbar ini. Namun itu tidak menjadi permasalahan berarti, selama kita masih bisa lakukan, kami akan berusaha melakukannya. Yang kami lakukan juga untuk masyarakat banyak terutama masyarakat Kabupaten BU,” demikian Mazwandi.(167)