Jalan Zainul Arifin Segera Diperbaiki

Jalan Zainul Arifin yang rusak ini segera diperbaiki.
Jalan Zainul Arifin yang rusak ini segera diperbaiki.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Keluhan masyarakat terhadap kerusakan Jalan Zainul Arifin Kelurahan Padang Nangka Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu tampaknya segera berakhir. Pasalnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu telah mengelontorkan dana sebesar Rp 11,5 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk memperbaiki sekaligus melebar jalan tersebut.

“Dalam waktu dekat kita segera kerjakan, karena saat ini baru dimasukkan ke ULP untuk dilakukan lelang. Insya Allah akhir April ini sudah tanda tangan kontrak dengan pihak ketiga,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Syafriandi ST MSi, kemarin (8/4).

Dijelaskannya, rencana perbaikan Jalan Zainul Arifin tersebut sudah pernah dianggarkan 2017 lalu, hanya saja proyek tersebut gagal karena tidak ada pemenang lelangnya. Sehingga memasuki tahun 2018 tingkat kerusakan semakin parah, bahkan diakuinya, sudah banyak masyarakat yang melapor dan mengeluhkan timbulnya kecelakaan di jalan tersebut. Ditambah lagi banyaknya lubang membuat tingkat kemacetan sangat tinggi, karena padatnya arus lalu lintas. Karena jalan tersebut merupakan akses menuju ke Rumah Sakit DKT, sekolah, dan Gedung LPMP Provinsi Bengkulu. Maka di tahun ini Dinas PUPR Kota memastikan jalan tersebut akan mulus dan lebar.

“Konsep pembangunannya optimalisasi badan jalan. Artinya ada penambahan di kiri dan kanan sesuai dengan lahan yang tersedia. Memang ada beberapa pagar bahkan ada satu kios milik warga harus dibongkar, tapi sudah ada persetujuan dari sang pemilik,” paparnya.
Tak hanya Jalan Zainul Arifin saja, pihaknya juga memperbaiki di Jalan Timur Indah dengan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar dari DAK. Sehingga total DAK ditahun ini mencapai Rp 16 miliar yang diprioritaskan untuk dua jalan tersebut.

“Dana sudah tersedia, dan masyarakat sudah kita sosialisasikan tinggal menunggu hasil dari pemenang lelang. Kita berharap ini tidak gagal lagi karena serapan anggaran sudah jelas diatur oleh pusat,” pungkas Syafriandi. (805)