Jalan Provinsi Tak Kunjung Diperbaiki

Bengkulu Tengah
Bakti/Bengkulu Ekspress RUSAK : Camat Pondok Kubang bersama BPD, perangkat desa dan masyarakat Desa Pondok Kubang, menunjukkan jalan provinsi yang melintasi desa mereka rusak parah, kemarin (29/8).

PONDOK KUBANG, Bengkulu Ekspress – Kondisi jalan provinsi di Desa Pondok Kubang, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) saat ini rusak parah. Bahkan beberapa ruas jalan sudah tak lagi terlihat aspal dan hanya tinggal koral.

“Semakin hari, kondisi jalan provinsi yang melintasi desa kami semakin parah,” ungkap Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pondok Kubang, Khairul.

Dalam kondisi seperti ini, lanjut Khairul, akses lalu lintas saat hendak masuk ataupun keluar desa menjadi terhambat. Bahkan, tak jarang kerusakan jalan menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Terlebih lagi pada pengguna kendaraan yang berasal dari luar desa dan memang belum memahami medan jalan dengan baik.

“Saat musim panas, jalan akan menjadi berdebu. Selain mengganggu pengguna jalan, debu yang bertebaran juga dikeluhkan oleh masyarakat yang tinggal di tepi jalan. Tak hanya itu, jalanan akan dipenuhi air dan tampak seperti kolam atau kubangan ketika musim penghujan tiba,” beber Khairul.

Senada juga disampaikan oleh Camat Pondok Kubang, Ayatul Muhtadin SH.

Menurutnya, kerusakan jalan provinsi ini terjadi pada beberapa titik di sejumlah desa di Kecamatan Pondok Kubang.

“Dari hasil pendataan, ada sekitar 12 kilometer (KM) jalan Provinsi yang melintasi Kecamatan Pondok Kubang mengalami kerusakan parah,” ungkap Camat.
Menyikapi situasi ini, Camat mengaku bahwa pihaknya dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi bersama seluruh Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Pondok Kelapa untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut.

“Dari informasi yang kami peroleh, jalan provinsi yang melintasi Desa Pondok Kubang akan dilakukan perbaikan pada tahun 2017 ini. Yang kami pertanyakan adalah kenapa rencana ini bisa gagal. Sebab itu, Pemerintah Kecamatan akan memanggil seluruh Kades dan mempertanyakan hal itu ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bengkulu,” beber Camat.(135)