Jalan Provinsi Ditanami Pisang

pisang-jalan-provinsi-di-desa-pungguk-beringin-small
Bakti/Bengkulu Ekspress. PISANG : Jalan Provinsi di Desa Pungguk Beringin, Kecamatan Merigi Kelindang sengaja ditanami pisang oleh warga yang geram akibat jalan bak kubangan kerbau itu tak kunjung diperbaiki.

MERIGI KELINDANG, Bengkulu Ekspress – Kerusakan jalan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang melintasai sejumlah desa di Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) membuat warga Desa Pungguk Beringin geram. Salah satu bentuk protes, warga setempat akhirnya menanam pohon pisang tepat di tengah jalan tersebut.

“Sampai saat ini, jalan di desa kami tak juga diperbaiki. Pohon pisang ini sengaja ditanam sebagai salah satu bentuk protes kami,” kata Anton (27), pemuda setempat.

Disampaikan Anton, kondisi jalan akan semakin memprihatinkan ketika musim penghujan. Jalan yang dahulunya pernah diaspal tersebut akan berubah menjadi kubangan dan menyulitkan pengguna kendaraan untuk melintas, baik itu sepeda motor ataupun kendaraan roda empat.

“Jika hujan, jalan akan menjadi licin dan dipenuhi lumpur. Tak sedikit sepeda motor yang terjatuh saat melintas,” ungkapnya.

Mereka berharap agar pemerintah provinsi (Pemprov) Bengkulu bisa memprioritaskan pembangunan infrastrukur jalan di kawasan tersebut.
“Saat ini pembangunan hanya dilakukan sepotong-sepotong dan masih jauh untuk mencapai desa kami. Kami harap Gubernur baru, Ridwan Mukti bisa memprioritaskan jalan di desa kami,” pinta Anton.

Data terhimpun Bengkulu Ekspress, jalan sepanjang 7 km yang merupakan penghubung Desa Lubuk Sini menuju Desa Kelindang itu memang sangat memprihatinkan. Kerusakan  parah masih terlihat di ruas jalan Desa Kelindang menuju Desa Lubuk Unen serta Dari Desa Lubuk Unen menuju Desa Susup.

Senada juga disampaikan salah guru SMPN 1 Merigi Kelindang, Tika Nurul Hidayati. Ia mengaku sejak 2014 sampai saat ini kerusakan jalan provinsi tersebut belum juga diperbaiki. Bahkan, ia mengaku tak jarang ada PNS terpaksa kembali pulang lantaran kendaraan yang dimiliki tak mampu melintasi medan berat tersebut.

Jika tak segera diperbaiki, kata Tika, ia khawatir kerusakan jalan akan semakin parah dan semakin sulit untuk dilewati.

“Saya tinggal di Kota Bengkulu dan mengajar di desa pedalaman. Selain memiliki jarak tempuh yang jauh, kondisi jalan yang memprihatinkan menjadi salah satu penghalang kami untuk menjalankan tugas,” aku Tika.(135)