Jalan Longsor di Sawang Lebar Tanggung Jawab PU Prov

ARGAMAKMUR, BE – Longsor yang terjadi di Desa Sawang Lebar, Kecamatan Tanjung Agung Palik, Bengkulu Utara, dikeluhkan masyarakat yang melintasi jalan itu.
Ini ditanggapi Dinas Pekerjaan Umum (PU) BU, bahwa proyek pengerjaan longsor yang menutupi jalan itu merupakan proyek Dinas PU Provinsi. Pihak Dinas PU Kabupaten BU sudah membuat laporan kepada pihak Dinas PU Prov agar segera diperbaiki. Namun diakui Kepala Dinas PU, Kabupaten BU, Ir Maswandi MM sampai saat ini belum ada laporan balasan dari Dinas PU Provinsi terkait perbaikan itu.
“Menanggapi keluhan masyarakat yang melintasi jalan di desa Sawang Lebar kami sudah mengirim laporan kepada pihak PU Provinsi. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut, jalan itu kan tanggung jawab PU Provinsi, Dinas PU Kabupaten BU hanya bertugas membuat laporan” kata Maswandi.
Jika pihak PU Provinsi tidak segera mengerjakan perbaikan itu, Dinas PU Kabupaten BU akan berusaha mengerjakan perbaikan jalan yang tertimbun longsor itu. Dikatakan Maswandi, pihaknya akan melakukan antisipasi dengan cara mengeruk tanah yang menutupi badan jalan menggunakan alat berat. Ditargetkan, pengerjaan akan dilakukan bulan ini.
“Jika Dinas PU tidak segera mengerjakan, kami akan mengantisipasi tanah longsor yang menutupi badan jalan itu dengan cara dikeruk menggunakan alat berat. Pengerjaan akan kami lakukana dalam waktu deakat ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten BU, Mohtadin selain menyinggung agar segera dibenahi dan diperbaiki tanah longsor di desa Sawang Lebar. Ia menambahkan agar di setiap badan jalan ada rambu lalu lintas atau rambu bahaya. Itu dimaksudkan agar masyarakat tidak terlalu lama mengalami ketidaknyamanan jika melintas di jalan Desa Sawang Lebar itu.
“Kita semua harus tanggap darurat memperbaiki dan membenahi tanah longsor yang menutupi jalan di Desa Sawang Lebar itu. Jika dibiarkan terlalu lama tentu yang dirugikan masyarakat, kan yang melintasi jalan itu juga masyarakat kita, jangan sampai masyarakat terlalu lama mengalami seperti ini terlalu lama,” demikian Mohtadin.(167)