Itik Talang Benih Mulai Dibiakkan

ary-telur-itik-talang-benih-1
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Ir Amrul Eby MM saat ikut menyeleksi telur Itik Talang Benih yang akan dikembangbiakkan. (Foto ARY/BE).

CURUP, BE – Setelah program penyelamatan populasi Itik Talang Benih selesai dilaksanakan Bank Indonesia melalui sistem cluster di Kelurahan Talang Benih dan Rimbo Recap, saat ini upaya yang tengah dilakukan cluster Itik Talang Benih yaitu dengan memproduksi bibit Itik Talang Benih.

“Setelah kegiatan menyelamatkan populasi kita laksanakan, harapan BI ke depan kita bisa menjadi sumber bibit mengingat di Provinsi Bengkulu ini tidak ada balai benih bibit,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Rejang Lebong, Ir Amrul Eby MM.

Dalam mewujudkan Rejang Lebong sebagai sumber bibit Itik Talang Benih tersebut, maka menurut Eby, saat ini Cluster Maju Bersama yang ada di Kelurahan Talang Benih dan Rukun Sejahtera di Kelurahan Rimbo Recap mulai memproduksi bibit Itik Talang Benih. Menurut Eby, kegiatan pengembangbiakan Itik Talang Benih ini bukan hanya sekadar pengembangbiakan saja namun juga untuk memurnikan galur Itik Talang Benih.

“Untuk pemurnian galur Itik Talang Benih ini, kita melakukan penyeleksian terhadap telur yang akan kita tetaskan dengan alat bantu tetas,” ungkap Eby disela-sela kegiatan seleksi telur yang akan dikembangkan di kluster Rukun Sejahtera Kamis (3/11) kemarin.

Bahkan menurut Eby, untuk melakukan pemurnian galur Itik Talang Benih ini, Kluster Rukun Sejahtera telah memilih indukan yang kemurniannya sudah mendekati sempurna, bahkan kandangnya juga terpisah.

Lebih lanjut Eby menjelaskan, dari 300 ekor itik yang ada di Kluster Rukun Sejahtera, Itik Talang Benih yang galurnya mendekati kesempurnaan dengan kode merah sebanyak 59 ekor, kemudian untuk galurnya yang masih setengah dengan kode kuning sebanyak 24 ekor sedangkan sisanya adalah galurnya yang tidak mencapai setengah dengan kode biru.

Untuk menghasilkan bibit Itik Talang Benih yang identik, maka untuk telur dari itik kode merah ditetaskan dengan menggunakan mesin penetas, begitu juga dengan yang kode kuning juga ditetaskan, namun dipisah karena kemungkinan galurnya tidak sempurna masih ada. Sedangkan untuk itik kode biru telur yang dihasilkan langsung dijual atau dijadikan telur asin untuk menjadi nilai tambah bagi peternak.

“Yang galurnya jaluh dari Itik Talang Benih, telurnya kita jual maupun dibuat telur asin yang nantinya baik untuk pengembangan Itik Talang Benih ini sendiri, maupun untuk kesejahteraan peternak,” akhir Eby.(251)