Isak Tangis Iringi Kepergian Raju

Ditemukan 200 Meter dari Lokasi Tenggelam

histeris2
SEDIH: Ibu kandung Raju Sanjaya (10) histeris setelah pulang dari pemakaman anaknya, kemarin (7/11). (Foto RIZKY/BE).

BENGKULU, BE- Jenazah Raju Sanjaya (10), bocah yang tenggelam di Pantai Panjang Ujung, Minggu (6/11) siang akhirnya ditemukan sekitar pukul 01.15 WIB dinihari, kemarin (7/11).

Jenazah Raju ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi tenggelam, terdampar di sekitaran pemecah ombak di depan Hotel Pasir Putih. Jenazah sendiri ditemukan tim Tagana Provinsi Bengkulu saat melakukan penyisiran.

“Jenazah terdampar di sekitaran pemecah ombak depan Hotel Pasir Putih atau 200 meter dari lokasi tenggelam,” jelas Ketua Forum Tagana Provinsi Bengkulu, Suryadi melalui staf Tagana Provinsi Bengkulu, Doni.

Setelah menemukan jenazah tim yang saat itu standby di lokasi langsung melarikan jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum.

Dari hasil visum, tidak ditemukan luka akibat benturan benda melainkan murni meninggal karena terseret ombak kemudian tenggelam.

Setelah selesai melakukan visum, sekitar pukul 02.30 WIB, disaksikan ayah kandungnya, jenazah Raju dibawa kerumah duka di Jalan Merapi 13, RT 4, Kelurahan Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.

“Saat kami melakukan penyisiran ayah kandungnya terus mendampingi sampai ditemukan dan dilakukan visum. Jenazah kami antar ke rumah duka sekitar pukul 02.30 WIB,” imbuh Doni.

Tim pencari korban tenggelam terdiri dari Basarnas, Tagana, BPBD dan Polair sudah berusaha keras melakukan pencarian sejak Minggu siang. Karena kondisi ombak yang tinggi, angin yang semakin kencang, pencarian yang mereka lakukan tidak membuahkan hasil meski sudah menurunkan 5 unit perahu karet bermesin tempel.

Pencarian sendiri akhirnya dihentikan sekitar pukul 18.00 WIB. Prediksi Ketua Forum Tagana Provinsi Bengkulu, Suryadi yang mengatakan jenazah belum jauh terbawa arus dari lokasi tenggelam nampaknya ada benarnya.

Mengingat korban akhirnya ditemukan 200 meter dari lokasi kejadian. Tim tidak menurunkan perahu saat malah hari karena mempertimbangkan keselamatan. Karena semakin malam angin dan ombak akan semakin kencang. Tidak heran jika akhirnya mereka memutuskan melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai sekitaran lokasi korban tenggelam.

Puluhan teman sekelas Raju didampingi wali kelas 3A SDN 41 Kota Bengkulu, mengiringi kepergian Raju. Salah satunya Muhammad Abid (10) teman akrab Raju di sekolah.

Menurut Abid, Raju merupakan teman baik, selalu ceria meski sedikit usil dan nakal. Sebelum Raju ditemukan tewas, saat jam sekolah hari Sabtu, Abid masih bermain lari-larian dengan Raju.

“Aku tau Raju tenggelam dari berita di televisi. Terakhir ketemu hari Sabtu kemarin, aku masih main lari-larian sama dia,” ujar Abid.

Abid sendiri mengaku kehilangan teman dekatnya itu. Karena selain di sekolah, hampir setiap hari ia bermain dengan Raju di sekitaran rumahnya yang tidak jauh dari rumah Raju.

Meski ia mengakui Raju lumayan usil dan nakal, bahkan pernah berkelahi di sekolah. Namun Abid tetap menganggap rekannya itu sebagai sahabat baiknya. “Sedih juga dia sudah tidak ada. Biasanya setiap hari pasti main sama Raju,” imbuh Abid yang bercita-cita menjadi tentara jika besar nanti. (167)