Irigasi Ancam Pemukiman dan Badan Jalan

TEBAT KARAI, BE – Keberadaan irigasi primer yang melalui desa Sukamerindu mengancam keberadaan pemukiman warga setempat. Saluran irigasi ini juga mengancam badan jalan, lantaran kondisi irigasi primer yang belum permanen tersebut mengalami abrasi sehingga dari waktu kewaktu semakin melebar.

“Terdapat puluhan rumah warga yang dilalui irigasi primer tersebut. Sekarang ini irigasi itu belum permanen sehingga rentan melebar hingga sampai pada dinding rumah warga,” ungkap pemuda setempat, Agus (30) kemarin.

Sementara itu, Kades setempat, Taufik mengatakan, irigasi primer ini memang sudah lama dan hingga saat ini belum dibuat permanen. Seiring waktu irigasi itu mengalami abrasi. “Sehingga lama-kelamaan ada rumah warga yang dinding bagian belakangnya sudah berada dibibir irigasi.

Dari puluhan rumah yang dilalui, sekitar 13 rumah yang jarangnya kurang semeter dari irigasi,” ungkap Taufik.
Ia mengharapkan, kedepan pemerintah dapat membuat permanen irigasi primer yang keberadaannya sudah sangat lama. Mengingat irigasi ini juga penting bagi warga untuk mengairi areal persawahan.

“Bukan desa kami saja yang memanfaatkan irigasi primer ini, tetapi desa tetangga juga. Seperti desa Permu dan Imigrasi Permu untuk areal persawahan petani,” kata Taufik.

Disisi lain, lanjut Taufik, selain mengancam pemukiman warga, irigasi primer juga sudah mengancam badan jalan, yang merupakan penghubung antar desa. “Sekarang ini paling jauh jarak antara badan jalan dengan bibir irigasi hanya 2 meter saja. Bahkan ada yang sudah berada dibibir irigasi,” jelasnya. (505)