Investasi Bodong Dibasmi Lebih Cepat

OJK Bentuk Satgas Pengawasan Investasi

Yan-Safri_ojk-bengkulu2

BENGKULU, BE – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bengkulu akan membentuk Satuan Tugas Pengawasan (Satgas) investasi yang akan diresmikan pada tanggal 28 November 2016 mendatang. Kepala Perwakilan OJK Provinsi Bengkulu, Yan Syafri mengatakan, dengan dibentuknya satgas pengawasan investasi, penanganan keluhan masyarakat akan lebih cepat dan efisien untuk bisa segera diatasi nantinya, agar tidak ada kejadian-kejadian yang merugikan masyarakat khususnya warga Bengkulu.

“Dalam satgas ini nantinya yang akan tergabung antara lain seperti dari pihak Kepolisian, pihak BI, Kejaksaan, pihak dari pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya,” terangnya kemarin (22/11).

Ia menerangkan, sebelum terbentuknya satgas, penanganan kasus terkait investasi berjalan kurang efektif dan lambat, karena antar lembaga terkait harus mengirimkan surat koordinasi sebelum melanjutkan ke tahapan penanganan kasus.

“Misalnya di Kepolisian, hanya untuk menganalisa kasus saja harus berkirim surat dulu ke OJK, dan sebaliknya, jadi penyelesaian kasus terlihat lebih ribet dan memakan waktu, contohnya kasus pengumpulan dana masyarakat yang terjadi di Bengkulu beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Ia menerangkan, nantinya dengan terbentuknya satgas ini, diyakini akan memotong rantai koordinasi formal yang selama ini dianggap cukup berbelit dan memperlambat dalam penuntasan kasus-kasus tersebut. “Satgas ini hanya bertugas dalam menyelesaikan kasus, bukan menerima laporan dari masyarakat yang bermasalah dalam perihal investasi, kalau pelaporan tetap ke kita (OJK red),” tuturnya.

Ia mengatakan, tidak hanya penanganan pasca kasus saja, satgas ini juga nantinya akan berperan aktif menggelar sosialisasi kepada masyarakat, untuk meningkatkan kehati-hatian warga dalam memilih investasi yang benar-benar jelas bukan abal-abal.

“Kita sosialisasikan perbedaan model investasi legal dengan “money game”, dampak negatif dan positifnya seperti apa, serta cara mengatasi jika terkena masalah dikemudian harinya,” paparnya.

Ia berharap, dengan adanya satgas ini nantinya tidak ada lagi investasi bodong yang merugikan masyarakat Provinsi Bengkulu dan pihaknya akan terus bekerja semaksimal mungkin dalam satgas ini.

“Kita yakin satgas ini nantinya bisa berjalan dengan baik dan bisa berguna bagi masyarakat Bengkulu dan kita juga meminta dukungan dari semua warga agar program ini bisa berjalan dan diresmikan nantinya,” tutupnya saat itu. (529)