Intensif Bagi Guru Terpencil

BENTENG, BE – Nasib guru-guru yang mengajar di sekolah terpencil untuk mendapatkan insentif terus diperjuangkan. Kali ini mendapatkan dukungan dari anggota dewan. Menurut Anggota DPRD Benteng, Susiana, sangat mungkin untuk diakomodir insentif bagi guru yang mengajar di sekolah terpencil ini. Uang yang dianggarkan itu jelas kegunaannya seperti membantu biaya transportasi. “Usulan seperti ini tak mungkin untuk tidak didukung. Karena bersangkutan langsung pada kinerja guru yang mengajar di pedalaman,” kata Susiana.
Menurut politisi Partai Hanura ini, pihaknya meminta PGRI segera melakukan pendataan jumlah sekolah yang masuk dalam kategori terpenci,l serta jumlah guru yang mengajar di sekolah terpencil. Supaya usulan insentif bagi guru yang mengajar di sekolah terpencil itu bisa diajukan dan kemudian direalisasikan. “Jika data jumlah sekolah dan jumlah guru yang mengajar di sekolah terpencil sudah kita pegang, kita bisa segera membahasnya disesuaikan dengan jumlah anggaran yang ada,” terang Susiana.
Untuk diketahui, berdasarkan data Dikbud Benteng awal tahun 2014. Ada 11 sekolah yang masuk kategori berada di daerah terpencil. Itu dilihat dari jarak tempuh serta kualitas jalan yang dilewati hingga kemajuan sekolah tempat guru mengajar. Guru yang mengajar di sekolah terpencil, diketahui juga hanya baru mendapatkan tunjangan dari anggaran APBN. Khususnya di Benteng, tunjangan dari APBN itu hanya bagi guru yang mengajar di Desa Kota Niur saja. Dengan besaran insentif satu bulan gaji. (320)