Ingin Gabung ISIS Ditawari Gaji Rp 150 Juta per Bulan

JAKARTA – Polisi masih terus mendalami jaringan Robi Risaputra, 38, terduga anggota ISIS yang memfasilitasi WNI ’berjihad’ ke Suriah dan Irak. Iming-iming uang ratusan juta bagi siapa saja yang tertarik juga diselidiki. Ini terkait aliran dana penyuplai bagi Robi dan jaringannya di Indonesia.

Seperti diketahui, Robi Risaputra ditangkap di Hotel Santika Premiere, Jalan Petamburan Jakarta Barat, Sabtu siang (11/4). Setelah penangkapan, personel gabungan Satuan Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) dan Satuan Kamneg (Keamanan Negara) Polda Metro Jaya plus Tim Densus 88 Mabes Polri menggerebek rumah Robi.

Robi selama ini dikenal sebagai perantara alias calo atau fasilitator setiap WNI yang ingin”berjihad” bersama ISIS di Irak atau Suriah. Nama Robi dikantongi polisi setelah mendapat informasi dari puluhan WNI yang sempat digarap Robi untuk berangkat ke Suriah atau Irak.

Dari hasil penggerebekan itu semua karyawan di perusahaan konveksi merangkap kediaman Robi itu,  sebanyak 9 orang karyawan konveksi digelandang polisi ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan. Mereka seperti juga majikannya, Robi akan diperiksa untuk mengetahui keterlibatan mereka dalam jaringan internasional ISIS.

Dari rumah Robi disita berbagai benda seperti 2 unit ponsel, 2 Unit CPU, 2 unit flasdish berisi naskah gerakan radikal, 3 kartu lisensi menyelam yang diterbitkan Association of Diving School (ADS) International, dan sekardus dokumen .

Disita pula kartu Garuda Frequent Flyer, SIM A dan SIM C, KTP DKI Jakarta, kartu ATM BCA dan Mandiri, Kartu NPWP, kartu VIP Honda, STNK sepeda motor Honda Vario, serta berbagai catatan rekening yang kesemuanya atas nama Robi Risaputra.

Dari catatan rekening itu, terlihat kalau Robi baru saja melakukan transfer uang sebesar  Rp 2 juta kepada seseorang. Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Rikwanto mengatakan, Robi ditangkap di Hotel Santika Premiere di Jalan Petamburan Jakarta Barat itu pada Sabtu petang (11/4) sekitar pukul 16.00  karena diduga menjadi fasilitator keberangkatan sejumlah WNI ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Robi sendiri sudah menjadi Target Operasi (TO) yang diburu-buru tim Densus 88.

Selain Robi, isteri dan dua anak Robi turut diamankan polisi untuk dimintakan keterangannya. ”Dia (Robi) berperan sebagai fasilitator bagi warga Indonesia yang ingin bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah dan Irak. Dari rekening koran maka akan ditelusuri kemana saja dan dari mana saja aliran uang yang bersangkutan,” lontar Rikwanto di Mabes Polri, Minggu (12/4).

Sebuah sumber INDOPOS menyebutkan ada gaji Rp 100 juta hingga Rp 150 juta per bulan bagi setiap WNI yang mau bergabung dan ”berjuang” bersama ISIS. Menurutnya, ISIS sangat kaya raya karena menguasai berbagai kilang minyak dari kota-kota yang direbut mereka.”Gaji segitu sangat kecil bagi ISIS yang kekayaannya miliaran dolar AS dari hasil penjualan minyak di pasar gelap dunia,” lontar sumber itu.

Namun bagi WNI yang tingkat ekonominya sangat rendah, tentu beramai-ramai bersedia bergabung karena tergiur dengan iming-iming gaji ratusan juta rupiah itu. Ditambah lagi ISIS yang professional dalam memberikan hak bagi anggotanya. ”Tugas polisi untuk mengatasinya,” pungkasnya. (ind)