INFO PERBANKAN: Bank Bengkulu Sosialisasi Transaksi Non Tunai

ist/Bengkulu Ekspress KEUANGAN: Sosialisasi keuntungan menggunakan transaksi keuangan non tunai mudah, cepat, serta terhindar uang palsu
ist/Bengkulu Ekspress KEUANGAN: Sosialisasi keuntungan menggunakan transaksi keuangan non tunai mudah, cepat, serta terhindar uang palsu

Lebih Transparan dan Akuntabel

BENGKULU,Bengkulu Ekspress – Bank Bengkulu melakukan sosialisasi keuntungan menggunakan transaksi keuangan non tunai yang mudah, cepat, serta terhindar uang palsu. Selain itu meciptakan keuangan daerah akuntabel dan transparan, sekaligus memperluas akses perbankan kepada masyarakat dan keamanan dibandingkan dengan membawa uang secara tunai.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka langsung oleh Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, H.Gotri Suyanto, di Hotel Santika, kemarin (02/11)

Direktur Utama (Dirut) Bank Bengkulu, H.Agusalim, SE ME mengatakan transaksi non tunai disosialisasikan sejalan PBI nomor 19/8/PBI/2017 tentang Gerbang Pembayaran nasional didasari atas pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi non tunai dan memfasilitasi Gerakan Nasional Non tunai. “Transaksi Non Tunai Kita Wujudkan Transparansi Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah Tata Tertib Administrasi Pengelolaan Kas” katanya.

Dia mengatakan saat ini transaksi non tunai sudah menjadi kebutuhan masyarakat luas. Di era teknologi semakin tumbuh cepat, maka efektifias pada transaksi keuangan sangat diperlukan dan menjadi kebutuhan dasar. “Kasda Online merupakan aplikasi pengelolaan keuangan daerah dari sisi pengeluaran, sedangkan untuk sisi pendapatan yaitu aplikasi e-pendapatan direncanakan akan diimpletasikan pada bulan Januari 2018 yang mana pilot project implementasi pertama adalah Pemda Provinsi Bengkulu,” tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Drs Syarifuddin, MM mengungkapkan langkah-langkah implementasi transaksi non tunai yaitu melakukan koordinasi dengan lembaga keuangan bank atau lembaga keuangan bukan bank untuk persiapan implementasi transaksi non tunai. “Kemudian menginstruksikan kepada seluruh Kepala SKPD dan Kepala BPKAD agar pelaksanaan transaksi penerimaan dan pengeluaran dilakukan secara non tunai, menetapkan kebijakan implementasi transaksi non tunai serta menyusun renana aksi atas pelaksanaan kebijakan yang dimaksud dan masih banyak lagi yang lainnya,”ungkapnya.

Ia juga menambahkan dalam strategi implementasi non tunai dalam kesiapan Pemda yaitu Komitmen, Regulasi, SDM, Sistem Informasi Terintegrasi, Perbankan, Penyedia Penyedia Barang/Jasa, Dan Pengawasan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Endang Kurnia S mengatakan jika semua masyarakat mempunyai rekening bank maka kesejahteraanya akan lebih baik. “Maka sebab itu, kami bersama OJK bekerja sama untuk meningkatkan akses keuangan di Provinsi Bengkulu,” jelasnya.

Saat ini hanya 5% dari jumlah penduduk masyarakat Bengkulu yang mempergunakan kartu ATM, Eletronic Money, debit/kredit . “Intinya adalah efisiensi transaksi di Provinsi Bengkulu ini masih belum optimal, maka inilah tantangan bagi kami,” ujarnya.

Kepala OJK Bengkulu, Yan Safri menjelaskan, memiliki SDM dan Sistem IT yang memadai untuk bisa mendukung layanan transaksi non tunai. Semakin tinggi kecangihan teknologi biasanya semakin tinggi tingkat kejahatannya, maka dari itu kita bersama-sama untuk mejaga agar tetap aman dan efisien.(Cik13)