Ikan Sulit Dicari

Akibat kurangnya intensitas nelayan melaut, mengakibatkan harga ikan melonjak drastis

MUKOMUKO, BE – Sejak beberapa hari lalu banyak nelayan tidak melaut. Kondisi itu berdampak sulitnya mencari ikan sesuai dengan selera. Meskipun ada, hanya beberapa jenis ikan itupun  dijual  dengan harga yang cukup tinggi dari biasanya. Seperti yang terjadi di Pasar Tradisional  Koto Jaya, kemarin (28/12), pedagang ikan sepi. Hanya ditemukan  beberapa pedagang saja yang tetap berjualan itupun hanya ada beberapa jenis saja. “ Yang saya jual hanya gemolo dan tenggiri. Sulit cari ikan  lain dikarenakan nelayan banyak tidak melaut, akibat cuaca buruk,” aku salah seorang pedagang, Narto.  Dia mengatakan, ikan yang dijual tersebut langsung dijemput dipinggir pantai tepatnya ketika nelayan  mendarat dan membawa hasil tangkapan. “Kalau harganya bervariasi. Kita jual hanya mendapatkan keuntungan sedikit ,” singkatnya.
Sementara itu, Sekretaris Nelayan PIM, Syarial menyampaikan, beberapa hari lalu ratusan kapal milik nelayan banyak tidak melaut walaupun ada hanya beberapa kapal saja. “Dari beberapa kapal itulah kemungkinan para pedagang membeli langsung. Hasil tangkapan melaut sangat minim.  Ikan yang dipasarkan pun tidak banyak,” ujarnya.
Dari 120 perahu  sekitar 30 persen sudah mulai melaut. Ini dikarenakan cuaca sudah mulai membaik, gelombang dan angin tidak terlalu kencang. Syarial mengakui ada kenaikan harga ikan  seperti Gemolo mencapai Rp 20 ribu/kg, Tenggiri Rp 18 ribu/ kg.
“Kalau dari nelayan kenaikannya paling besar Rp 5 ribu/kg. Yang mahal itu jika sudah dibeli pedagang pengumpul yang mengunakan kendaraan roda dua untuk dijual lagi dipasaran, harganya  mencapai dua kali lipat. Contohnya ikan Tenggiri 1 kg dibeli dari nelayan dengan harga Rp 20 ribu. Pedagang pengumpul itu menjual lagi  dengan harga Rp 35 hingga Rp 40 ribu/kg,” demikian Syarial. (900)