Hujan, Imlek Tetap Meriah

RIO-SUASANA SEMBAHYANG IMLEK KLENTENG AIR SUCI TAPAK JEDA (2)

BENGKULU, BE – Perayaan Imlek tahun 2016 di Kota Bengkulu, diguyur hujan tanpa henti.  Namun hal itu tidak mengurangi kehikmatan dan kemeriahan perayaan. Seluruh warga Tiong Hoa tetap berbondong-bondong datang ke Vihara Buddayana Kampung Cina Bengkulu, yakni melakukan doa dan merayakan Imlek dengan berbagai acara.
Perayaan Imlek di Vihara Buddhayana Kampung Cina Kota Bengkulu dimeriahkan dengan berbagai acara, seperti atraksi barongsai naga dan barongsai singa.  Atraksi tersebut juga dilakukan oleh anak-anak Tiong Hoa, sehingga perayaan semakin meriah dan semakin dipadati pengunjung.
“Perayaan Imlek merupakan acara kumpul keluarga, saling maaf-maafan kepada sesama orang Tiong Ho. Imlek ini merupakan sebuah kebersamaan dan keakraban, sehingga penuh dengan suka cita dalam perayaannya,” ujar Biksu Nyana Sukha, Pembina Vihara Buddhayana, Senin (8/2).
Biksu Nyana mengatakan, setiap perayaan Imlek mereka ikut merasakan perayaan musim semi dan tahun baru Cina.  Karena kita keturunan orang Tiong Hoa kita wajib merayakannya, walaupun sedang tidak musim semi. “Perayaan Imlek untuk semua golongan orang Cina, walaupun mempunyai perbedaan agama,” ungkapnya.
Setiap Imlek mempunyai kesan yang sama, yakni meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan. Perayaan Imlek untuk agama Budha tidak mempunyai tema, berbeda dengan agama Khong Hu Cu yang merayakan Imlek di Kelenteng-kelenteng.  “Untuk tahun monyet atau 12 tahun sio tradisi Cina juga hanya agama Khong Hu Cu yang menggunakanya, sedangkan agama Budha tidak mempercayainya,” tukasnya.
Perayaan Imlek Tahun 2016 di Vihara Buddhayana tak hanya sebatas kumpul keluarga dan silahturahmi.  Namun kegiatan berdoa untuk rasa syukur tetap dilakukan.  Umat Budda yang hadir di Viahara Buddhayana sekitar 50 orang, jumlah ini menunjukkan semakin berkurangnya umat Budha.  Umat agama Budha di Kota Bengkulu sudah banyak berkurang, karena banyak umat Budha berpindah agama, seperti agama Islam dan Kristen.
“Perayaan Imlek bagi agama Budha merupakan perayaan kumpul keluarga sebagai salah satu keturunan orang Tiong Hoa saja, berbeda dengan umat agama Khong Hucu yang lebih mempunyai banyak makna tentang perayaan Imlek  ini. Jumlah jemaat yang datang di Vihara Buddhayana saat ini berkurang, karena sebagian juga melakukan mudik atau menemui keluarga besarnya di daerah asal orang tuanya,” jelasnya.
Perayaan Imlek sudah dimulai hari Sabtu (6/2) pukul 07.00 WIB, yakni penghidupan pelita atau kheng. Dilanjutkan hari Minggu (7/2) pukul 07.00 WIB, masih dengan kegiatan kheng. Acara puncak Imlek diselenggarakan pukul 00.00 WIB, yakni melaksanakan kheng secara bersama-sama umat Budha.  “Acara di Vihara ini sangat banyak, yaitu pembelaan pelita, kheng, Gabi, Sangkung dan penutupan pelita. Acara akan berakhir pukul 18.00 WIB,” terangnya. (cw3)