Hujan Deras, Ratusan Rumah Terendam Banjir

BAJIR Warga desa Suku Tiga Kecamatan Nasal, saat menyelamatkan dan membersikan barang dari
NASAL, BE – Hujan lebat yang turun sejak sore hingga malam Selasa (14/4), menyebabkan Sungai Nasal meluap. Akibatnya ratusan rumah di Desa Suku Tiga Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur ini, terendam banjir, Rabu (15/4).
Rata-rata ketinggian air yang masuk ke dalam rumah mencapai 80 centimeter atau setinggi pinggang orang dewasa. “Awalnya hujan deras datang mulai Magrib itu, kemudian air sungai di Nasal meluap, dan langsung merendam rumah. Tapi  sekarang saja sudah mulai surut,” kata Juprianto (45), salah satu warga sekitar kepada BE kemarin.
Pantauan BE, di Desa Suku Tiga Kecamatan Nasal kemarin, ada sekitar 300 jiwa dari 100 Kartu Keluarga (KK), terpaksa mengungsi mencari daerah yang lebih tinggi lagi. Meskipun rumah dan barang-barang harus ditinggalkan hingga banjir surut. Air kembali mulai surut sekitar pukul 13.00 WIB, namun sebagian warga akibat bajir bandang ini mengalami kerugian. Sebab beberapa barang milik warga terendam banjir, seperti beras, dan peralatan rumah banyak rusak.
“Akibat banjir ini banyak barang-barang terendam. Semenjak dibukanya perkebunan sawit, kami sudah tiga kali mengalami banjir. Karena takut, kami mengungsi ke tempat saudara yang rumahnya terletak di daerah tinggi. Kami sangat berharap pemerintah mengatasi masalah ini,” harap Jupri.
Hujan lebat Selasa (14/4) sekitar pukul 17.30 WIB hingga pukul 02.00 WIB Rabu malam, yang menyebabkan Sungai Nasal meluap hingga membanjiri pemukiman warga di desa Suku Tiga. Bajir setelah hujan deras mengguyur daerah pinggiran sungai Nasal itu, membuat ratusan warga panik karena bajir akan kembali terulang seperti tahun lalu.
“Kami setiap hujan deras selalu was-was, karena takut kembali bajir besar. Kadang kami kalau hujan deras seperti tadi malam tidak tenag lagi dirumah,” ujar Subandi (37) warga sekitar kemarin.
Sementara itu, Kades Suku Tiga, Johari mengatakan, bajir di Desa Suku Tiga ini hampir setiap tahun terjadi. Pihaknya berharap kepada Pemda Kaur dan Pemda Provinsi Bengkulu memperhatikan kondisi rumah warga yang terancam masuk sungai. Sebab saat ini tinggal sekitar 5 meter lagi jarak sungai dengan pemukiman warga sekitar.
“Bajir ini terjadi tadi lama saat hujan deras, tapi  alhamdullah tidak ada korban jiwa. Namun sebagai warga kita ada yang sudah ngunsi karena takut bajir lagi. Kita minta kepada Pemkab Kaur segera menindak lajuti permasalahan ini,” harap Kades.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaur Drs Yusirwan mengaku, pihaknya sudah menerima laporan korban kebajiran di Desa Suku Tiga Kecamatan Nasal tersebut. Saat ini pihaknya sudah melakukan pendataan kepada warga yang mengalami kerugian. Juga pihaknya akan segera memberikan kepada korban bajir tersebut.
“Untuk bantian sudah kita siapkan, berupa makanan siap saji. Kita rencanakan batuan ini akan kita berikan secepatnya. Juga untuk warga lebih waspada lagi, jika banjir susulan,” himbaunya.(618)