Honorer Laporkan PNS

dyoci-lapor-calo-cpns-kabupaten-kepahiang
Doni/Bengkulu Ekspress. TUNJUKKAN: Dyoci menunjukan bukti surat pernyataan diatas materai dari oknum calon CPNS untuk mengembalikan uangnya.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Seorang honorer Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kepahiang, Dyoci Rahmat (36), warga Perumnas Taba Tebelet Kecamatan Kepahiang mengaku menjadi korban penipuan pelaku calo  CPNS. Korban telah menyerahkan Rp 158.000.000 kepada pelaku sebagai syarat mengurus  pengangkatan CPNS honorer K1 tahun 2011 untuk dirinya bersama dengan sang istrinya, Leni Marlina. Saat itu pelaku menjanjikan kepada korban bisa meluluskan pengangkatan CPNS melalui jalur honorer. Terbuai dengan ucapan pelaku, korban akhirnya menyetujui   syarat menyerahkan sejumlah uang.  Naas hingga saat ini  harapan korban untuk menjadi abdi negara tak kunjung terwujud. Hingga akhirnya kemarin (21/11), Dyoci mengambil jalur hukum dengan mendatangi Polres Kepahiang agar dapat menyelesaikan perkaranya. “Awalnya dia mengatakan bisa menguruskan penangkatan CPNS melalui jalur honor, katanya dia ada jalur di Jakarta. Setelah uang saya berikan ternyata bukan dirinya yang mengurus di Jakarta, tetapi ada orang lain Nk sehingga uangnya diserahkan ke Nk,” ujar Dyoci.

Lebih lanjut, Dyoci mengungkapkan bukan hanya dirinya serta sang  istri Leni Marlena (37) yang menjadi korban. Sebab saat itu ada enam orang lainnya ditawari oleh DD (Terduga Oknum Calo

CPNS) untuk diangkat menjadi CPNS dari jalur pengangkatan tenaga honorer kategori I (K1). Masing-masing korban disyaratkan menyerahkan uang Rp 80 juta.

“Dulu dia (DD) pegawai di BKDPP, sekarang sudah pindah ke Pemda,” ujarnya.

Menurutnya, saat memberikan uang tersebut DD menjanjikan kepada para korban bila SK CPNS akan diterima  ditahun 2012.  Karena tak terbukti, sehingga korban menuntut uangny dikembalikan oleh DD. Namun tuntutan tersebut tak terlaksana sampai sekarang.

“Selama ini saya masih menunggu itikad baiknya untuk mengembalikan uang itu. Namun sepertinya tidak ada niat untuk mengembalikan dana, makanya baru lapor sekarang,” ungkapnya, kemarin. (320)