Honorer K-2 Diutamakan

In Kaur ekspress

BINTUHAN,BE– Inilah alasan kenapa Kabupaten Kaur tidak menerima CPNSD tahun 2013. Lantaran mengusulkan 481 honorer Kategori Dua (K-2). Sesuai informasi pemerintah pusat, bahwa honorer K-2 jumlahnya diatas 300 orang. Jika menerima CPNSD, maka anggaran untuk menggajinya tidak akan cukup. Sehingga honorer K-2 yang diusulkan diangkat menjadi CPNSD harus lebih diprioritaskan. “Itulah alasan BKN pusat tidak memberikan kuota CPNSD, setelah dihitung dengan anggaran APBD maka tidak mencukupi, jika K-2 diangkat PNS ditambah Kuota CPNSD. Makanya pertimbanganya Kaur tidak perlu ada penerimaan tes CPNSD, namun lebih memprioritaskan K-2,” kata Kepala BKD Kaur Rolan Haidi, kemarin.
Sebelumnya, dia mengatakan Kaur mendapat undangan rapat koordinasi (Rakor) BKN pusat. Maka Pemkab Kaur akan mendapatkan kuota CPNSD. Namun dengan syaratnya, jika honorer K-2 tidak boleh lebih dari 300 orang. Setelah dikaji BKN, Kaur mempunyai honorer K-2 lebih 300 orang. “Sehingga dengan kepentingan honorer K-2 maka Pemkab Kaur tidak mendapatkan undangan Rakor,” jelasnya.
Dijelaskanya, Rakor tersebut memang merupakan kewajiban yang dilakukan oleh pihak BKN pusat, karena disana akan membahas berapa kuota untuk CPNSD dibutuhkan. Sehingga semua daerah yang mendapat undangan rakor pasti akan mendapatkan berapa kuota CPNSD. “Masih sangat membutuhkan CPNSD, namun semuanya ada kewenangan pemerintah pusat. Kita sudah berusaha melakukan koordinasi ke pemerintah pusat,” jelasnya.
Sementara itu, untuk tes honorer K-2 diserentakan dengan Tes CPNSD atau tidak. Hingga sekarang belum ada petunjuk dari pemerintah pusat. “Karena untuk honorer K-2 kemungkinan tes akan dilaksanakan setelah CPNSD, Kita menunggu petunjuk, baik lokasinya dan juga anggaranya,” jelasnya.(**)

You may also read!

Diancam Novel, Miryam Langsung Terbayang Anak

jpnn.com, JAKARTA – Mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani mengaku down dan stres ketika diancam penyidik Komisi

Read More...

Balai Rafflesia Diresmikan Gubernur Pada 4 April Mendatang

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Jika tak ada aral melintang, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) akan menggelar acara

Read More...

Pengakuan Yani Gugat Ibu Kandung Rp 1,8 Miliar

jpnn.com, BEKASI – Yani Suryani, 45, menggugat ibu kandungnya sendiri, Siti Rokayah alias Amih, 85, asal Garut, Jawa Barat.

Read More...

Mobile Sliding Menu