Honor Telat, Ngajar Malas

sidak-komisi-i-small
Ist/Bengkulu Ekspress. FOTO: DUNIA PENDIDIKAN: Siswa-siswi dan guru SDN Air Raman berfoto bersama dengan anggota Komisi I DPRD Kepahiang

Hasil Temuan Sidak Komisi I DPRD Kepahiang

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress -Peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kepahiang menjadi salah satu fokus pembenahan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepahiang. Agar lulusan-lulusan sekolah negara dan lainnya di Kepahiang memiliki kualitas mempuni diberbagai bidang hingga dapat bersaingan dengan daerah perkotaan lainnya.

Tentunya kinerja tenaga pendidikan mulai dari guru PNS, tenaga honorer dan tenaga kontrak. Semua harus secara bahu-membahu melakukan pemebenahan. Agar anak-anak dapat menyerap berbagai metode pelajar. Keadaan itu akan sangat tidak baik jika tenaga pendidik yang malas mengajar hingga menyebabkan anak-anak menjadi telantar.

Kondisi tersebut diketahui saat sejumlah anggota Komisi I DPRD Kepahiang menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak), kemarin (24/11) ke sejumlah sekolah di Kecamatan Bermani Ilir dan Seberang Musi. Wakil rakyat menemukan adanya guru kontrak masih malas mengajar lantaran jarak tempat mengajar terlalu jauh. “Guru berstatus honor dibayar dari dana bos mengeluh lantaran seringnya terlambat pembayarangaji, disamping itu honor dana BOS tak seberapa,” ujar H Zainal SSOs MSi.

Selain Zainal sidak juga diikuti oleh Rica Dennis SSi MSi, Meri Hartati dan Widia Hartini yang melakukan pengecekan secara langsung kesekolah-sekolah. “Masih menemukan sejumlah kesolah yang kekerangan tenaga pengajar (Guru, red),” tuturnya.

Sementara Rica mengharapkan agar pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga lebih selektif menempatkan guru berstatus kontrak di daerah pinggiran. Guna meningkatkan SDM belajar mengajar bagi para siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

“Sangat disayangkan masih adanya sekolah kekurangan guru. Tenaga kontrak mesti diseleksi lagi, atau mungkin mengangkat guru honor menjadi kontrak terutama bagi mereka yang tinggal tak jauh dari sekolah,” ungkapnya.

DPRD juga merencanakan akan mengirim surat ke BKDPP dan Dinas Pendidikan untuk persoalan kekurangan guru di sekolah pinggiran. Diharapkan pemerintah dapat meningkatan kualitas pendidikan dengan memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. (320)