Honiarty Mundur dari Perindo

RIO-IBU HONIARTY JUNAIDI HAMSYAH BUKA LIGA FUTSAL PERINDO (1)
BENGKULU, BE – Kabar mengejutkan dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Provinsi Bengkulu. Pasalnya Hj Honiarty MPd I sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Provinsi Bengkulu, mengundurkan diri.

Bukan hanya sebagai pengurus saja, Honiarty yang merupakan istri dari mantan Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah ini, mengundurkan diri sebagai kader partai. “Surat penguduran diri sudah saya sampaikan kepada pengurus DPP Partai Perindo,” ujar Honiarty kepada BE, kemarin (16/11).

Dijelaskannya, pengunduran diri sebagai kader dan pengurus partai sudah bulat, karena sudah ia pertimbangkan dengan matang. Honiarty mengaku memilih fokus meneruskan pendidikan.

“Langkah saya sudah saya pertimbangkan secara matang. Mudah-mudahan pengurus dan semua kader Perindo dapat memakluminya,” beber Honiarty.

Tak hanya itu, Honiarty yang aktif sebagai dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, juga akan fokus untuk mengajar. “Saya dosen di IAIN, jadi saya mau fokus dulu. Terlebih, ujian semester juga akan dilakukan dalam waktu dekat ini,” tambahnya.

Honiarty tercatat sebagai ketua umum pertama di Partai Perindo Bengkulu. Ia merupakan orang yang pertama kali membawa partai yang diprakarsai oleh Hary Tanoesoedibjo itu, ke Provinsi Bengkulu. Honiarty bersama loyalisnya, membangun Partai Perindo, mulai dari tingkat pengurus DPW hingga ketingkat ranting.

Saat ini nama Perindo juga mulai diperhitungkan di kancah politik Provinsi Bengkulu, karena kadernya H Dirwan Mahmud menjadi Bupati Bengkulu Selatan. Tak hanya itu, kader lainnya yaitu Medio Yulistio, saat ini juga tengah berjuang sebagai calon Bupati Bengkulu Tengah (Benteng).

Saat ini, Honiarty sedang menunggu balasan surat dari pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perindo. Termasuk untuk Ketua Umum pengganti, Honiarty menyerahkan hal tersebut kepada pengurus DPP. Diketahui, Honiarty mengajukan pengunduran diri pada tanggal 15 November lalu. Surat tersebut disampaikan ke DPP Partai Perindo, dengan ditandatangi matrai Rp 6000. Tembusan juga disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu dan ketua DPD se-Provinsi Bengkulu.

“Koordinasi, komunikasi semua baik kepada kadar dan pengurus DPP. Keputusannya kita serahkan kepada DPP,” ungkapnya.

Sementara itu, Medio Yulistio yang juga sebagai orang kepercayaan Honiarty mengatakan, sejauh ini dirinya belum mengetahui secara detail, apa yang menjadi penyebab Honiarty mengundurkan diri. Meski demikian, dirinya berkeyakinan apa yang menjadi keputusan, Ketua Umum DWP Partai Perindo adalah keputusan terbaik.

“Memang benar, Bunda (Honiarty,red) mengundurkan diri. Tapi belum jelas, apa yang menjadi penyebabnya,” terang Medio, yang juga diamanahkan sebagai Sekretaris Umum DPW Partai Perindo Provinsi Bengkulu ini.

Ditambahkan Calon Bupati Benteng nomor urut 1 ini, kebijakan, keputusan dan cara memimpin, Honiarty memang memiliki ketegasan.

Sehingga apa yang menjadi keputusan, merupakan keputusan yang telah dipertimbangkan secara matang. Bahkan ketika dicegah, Honiarty memiliki pendirian kuat, dalam memegang komitmen. “Sebagai orang dekatnya, saya juga keget. Tapi kita berharap apa yang menjadi keputusan bunda, menjadi keputusan terbaik,” tandasnya. (151)