Honda Beat dan Vixion Mahasiswa Raib

BENGKULU, BE – Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Bengkulu nampaknya tidak pernah ada habisnya. Terbukti belum satu bulan Mapolres Bengkulu berhasil menangkap 9 tersangka curanmor, curanmor kembali beraksi pada Jumat (26/12).
Kali ini korbannya seorang mahasiswa Unihaz, Harun warga Jalan Cempaka 5 RT 05 Kelurahan Kebun Beler, Teluk Segara Kota Bengkulu. Ia kehilangan motor Honda Beat warna  hitam Nopol BD 2357 CB pada saat berkunjung di kosan temannya, Saleswan di Jalan Flamboyan 18. Kejadian sekitar pukul 11.05 WIB, motor letak didepan
Menurut pengakuan korban (Harun), ia belum sampai 1 jam meninggalkan motornya pada saat keluar kos motor tersebut sudah raib. “Belum satu jam saya meninggalkan motor. Saya keluar mau pulang motor sudah tidak ada, saya langsung melapor polisi,” papar Harun.
Ia mengaku, motornya tersebut sudah dikunci setang pada saat ditinggalkan, hanya saja kondisi lumayan sepi pada saat terjadi pencurian.
Kapolres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Amsaludin SSos membenarkan pihak Mapolres Bengkulu mendapat adanya laporan kasus curanmor tersebut. “Kasus akan kami tangani segera, ini kan baru saja terjadi. Himbauan saya untuk masyarakat dalam memakirkan kendaraanya tidak sembarangan bila perlu ditambah kunci gembok,” kata Kasat Reskrim.

Ngapel Pacar, Vixion Raib
Sementara sial menimpa Haidir Ningsmar (19), warga Perumnas Alpatindo, Sukarami, Selebar, Kota Bengkulu, seorang mahasiswa Jurusan Keperawatan Stikes TMS (Tri Mandiri Sakti). Motor yamaha Viksion nopol BD 4843 WE, milik anak seorang pengawas sekolah di Kabupaten Kaur ini raib digasak pencuri saat sedang bertandang (ngapel) di kosan Ica, sang pacar. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian hingga Rp 20 juta dan melapor ke Polsek Gading Cempaka.
Dijelaskan korban, peristiwa ini terjadi di rumah kosan sang pacar yang berlokasi di Pondokan Permata, Jalan Hibrida 10, Sidomulyo, Gading Cempaka, Kota Bengkulu, sekira pukul 21.00 WIB, Rabu (24/12).
Saat itu korban meletakan motornya di depan kosan, dengan kondisi terkunci stang.
“Baru sekitar 10 menit saya tingal masuk ke dalam, saat saya hendak pulang motor sudah tidak ada lagi,” katanya.
Lebih lanjut mahasiswa semester tiga ini mengungkapkan, ia sangat menyesalkan peristiwa tersebut bisa terjadi. Sebab di wilayah tersebut, tidak tergolong sepi dan kejadian pun belum terlalu malam.
“Motor saya hanya berjarak sekitar 6 meter dari warung samping kosan. Namun saat ditanya, tak satu pun orang yang melihat pencuri,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Bengkulu AKBP Ardian Indra Nurinta SIk, melalui Kapolsek Gading Cempaka, AKP Farouk Oktora SH SIK, membenarkan adanya laporan tarsebut dan akan segera menganinya.(135/cw4)