Hmmm…Ketika Bung Karno Mencari Mangkuk Daging Wanita di Amerika

114102_589340_bung_monroe_hlMESKI untuk pelengkap syarat cerita ini yang dipajang foto Bung Karno dan Marilyn Monroe, bukan kisah pertemuan keduanya yang akan diulas, melainkan pelesiran Bung Karno mencari “mangkuk daging” wanita di negeri Paman Sam.

=======
Wenri Wanhar – Jawa Pos National Network
=======

Suatu waktu, Bung Karno ditemani Nyonya Eric Johnson, janda dari raja film Amerika. “Aku mau mencari sepasang sepatu dan pergi ke mana aku suka,” ujar Bung Karno.

Mereka ke sebuah toko besar di California. Di toko itu teringatlah Bung Karno pesan istrinya yang minta dibelikan sebuah BH. Keduanya lalu ke gerai pakaian dalam wanita.

Lama Bung Karno melihat-lihat, sampai-sampai pramuniaga yang turut serta mendampingi tampak gelisah. Bukannya apa-apa, “Aku tidak tahu istilahnya dalam bahasa Inggris,” kenang Bung Karno, termuat dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams.

Dia tak kehabisan akal. “Bolehkah kulihat salah satu dari mangkuk daging yang terbuat dari satin hitam itu,” tanya Bung Karno kepada pramuniaga.

“Kasihan Nyonya Johnson. Wajahnya menjadi merah. Bayangkan, aku menyebut benda itu mangkuk daging,” gumam Si Bung.

Pramuniaga pun membawakan beberapa buah BH.

“Paduka Yang Mulia, silahkan memilihnya,” Nyonya Johnson mendesak dengan hormat.

Masalah baru pun muncul. Bung Besar lupa berapa ukuran istrinya.

“Bisakah dikumpulkan ke sini semua pramuniaga, agar aku bisa menentukan ukurannya?” pintanya.

Sejurus kemudian, pramuniaga dibariskan di muka Bung Karno.

“Dengan gayaku yang sangat hati-hati, aku meneliti mereka masing-masing dengan cermat, sambil berkata, “tidak, engkau terlalu kecil…oh, engkau kebesaran…”.”

Melihat perangai Pemimpin Besar Revolusi kita, entah apa yang ada dalam pikiran Nyonya Eric Johnson, janda dari raja film Amerika yang mendampinginya. Istilah anak-anak Ibukota, macam sen bajaj, hanya dia dan tuhan yang tahu.

Eng..ing…eng…untung ketemu! “Ya, engkau pas sekali. Aku akan membeli BH sesuai ukuranmu,” kata Bung Karno. “Ternyata ukurannya memang pas untuk istriku.” (wow/jpnn)