Minggu, 28/07/2013 - 19:00 WIB
Seputar Kota | redaksi - Bengkulu Ekspress

Hijaubers Hadir di Bengkulu

Kreatif dan Berprestasi

RATU SAMBAN, BE- Perkembangan hijabers community di Indonesia terus meluas, dan terbentuklah hijabers-hijabers di daerah dengan beranggotakan kalangan perempuan. Kini, di Bengkulu hadir komunitas serupa terkhusus bagi pelajar dan mahasiswa, namun tidak menutup pula dari ibu-ibu. Komunitas ini diberinama Hijab Unity Bengkulu (Hijaubers).
Awal mula berdirinya Hijaubers ini digawangi oleh tujuh pendiri yang memiliki ide pemikiran yang sama dalam memajukan remaja dan syiar islam. Nama Hijaubers dari kepanjangan Hijabers Unity Bengkulu. Alasan pemberian nama ini selain mudah diingat, juga melambangkan kenyamanan, ketenangan dan tumbuh, ” Adem aja kalau melihat warna hijau, ” beber ketua Hijaubers Bengkulu, Reny Ekawati, SE didampingi sekretarisnya, Rety Hiliyarti, Amd Kep, kemarin.
Dikatakan Reny, Hijaubers didirikan pada tanggal 29 April 2013 lalu. Hijaubers merupakan satu-satunya organisasi hijab di kota Bengkulu yang telah mengantongi izin kelembagaan dari pengadilan dan tercatat dalam Aktanotaris. Komunitas ini telah dilaunching dan dikenalkan kepada masyarakat mulai 1 Juni lalu, setelah keluarnya akta notaris dengan nomor 129 yang keluar pada 15 Mei 2013, dan bersekretariat di jalan Cempaka No 37 RT 4 Kelurahan Kebun beler. Berdirinya Hijaubers ini tak jauh berbeda dengan komunita hijabers lainnya, yang berupaya untuk selalu berkarya, memperdalam agama, terus berbuat yang bermanfaat. Serta menjadi sarana syiar dakwah dan wadah silaturahim bagi seluruh anggota Hijaubers Community.
Visi dan misi Hijaubers sendiri yakni peduli, bersahabat dan berprestasi. Hijaubers dibentuk untuk menjalin kepedulian antar sesama dengan melakukan berbagai kegiatan seperti bakti sosial, rasa kekerabatan itu menjadikan umat muslim untuk menjalin persahabatan satu sama lainya, berprestasi melakukan kegiatan, sehingga Hijaubers bukan organisasi yang berkumpul kemudian bergosip justru akan membentuk pengembangan pribadi dan fokus menyalurkan bakat dalam berbagai karya. ” Hijaubers bukan gosip dan kongkow-kongkow tapi fokus menyalurkan bakat para anggotanya, ” bebernya.
Reny juga membantah image yang selama ini melekat pada hijabers yakni lebih pada style dan bisnis. Hijaubers akan menepis padangan miring itu, justru Hijaubers tetap membuka peluang usaha namun bukan untuk kepentingan pribadi. Melainkan membuka kreatifitas sehingga adanya karya yang mampu menghasilkan keuntungan usaha, dan keuntungan itu untuk menjalankan roda organisasi komunitas ini. Seperti membentuk koperasi simpan pinjam ,yang akan memberikan pinjaman baik anggota maupun umum.
Masih dikatakan Reny, keanggotaan Hijaubers saat ini tercatat 40 anggota baru. Terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa namun tak menutup para ibu-ibu juga boleh bergabung. Perekrutan anggota bari, Hijaubers telah menyebarkan brosur dan telah melakukan kegiatan siaran di media elektronik. Selama bulan ramadan keanggotaan hijaubers digratiskanalias tanpa dipungut biaya. Agar keanggotaan meluas, rencana kedepan akan melakukan on the rod dari kampus ke kampus dengan cara melakukan seminar, talkshow, pelatihan dengan kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat menarik anggota untuk bisa bergabung lebih banyak.
Alasan kita lebih pada merekrut Hijaubers kalangan remaja ini untuk memberikan peluang untuk menciptakan karya, dan mengajarkan remaja ini dalam berorganisasi dan mereka ini justru memiliki waktu yang tidak terikat atau fleksibel, dan mudah mengakomodirnya, ” Bukan berarti kita tidak menerima anggota dari para ibu-ibu, hanya saja selama ini keanggotaan yang dimayoritasi kaum ibu-ibu justru kurang jalan, karena banyak waktunya dengan keluarga, sehingga untuk melakukan pertemuan saja selalu terkendala. “HIjaubers fokus terhadap anak pelajar dan mahasiswa, dengan alasan mengajak dan mengajarkan mereka untuk berorganisasi, dan menularkan remaja lebih memiliki kegiatan yang positif,” bebernya.
Orang-orang berhijab di kalangan mahasiswa sudah sangat trend, dengan seperti ini agar hijab mereka ini benar-benar karena Allah. Hijaubers bukan berbicara tentang moral semata, namun lebih pada menyiarkan syiar islami secara perlahan, ” Hijaubers tidak mau memvonis moral generasi yang mulai merorot. Melalui komunitas ini bisa pelan-pelan menularkan konsep islami dengan metode lebih menyenangkan, aktif sehingga mereka ini selain untuk bersosialisasi, pengembangan bakat sekaligus pengembangan dan mendalami agama islam.
Reny Berharap dengan terbentuknya comunity Hijaubers mendapat respons yang dari masyarakat, dan bagi yang ingin bergabung bisa datang sekretariat Hijaubers. Ia juga akan membuka cabang resmi di daerah kabupaten/kota bahkan di daerah provinsi se-Indonesia. ” Untuk daerah-daerah lain, kami upayakan untuk diresmikan juga.
Hijab Unity Bengkulu belum lama ini telah membuat sebuah acara di Workshop Hijabers di Bencoolen Mall bertujuan untuk memperkenalkan Hijaubers Unity itu,” tukasnya. (247/prw)

 

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


dua × 4 =

© 2005 - 2013 bengkuluekspress.com, All Rights Reserved