Helmi Diterpa Isu Miring , Pasca Tak Hadiri Debat

MEDI/Bengkulu Ekspress  Tim pemenangan Helmi-Dedy saat menggelar konferensi pers menanggapi isu-isu miring terhadap pasangan Helmi-Dedi di DPD PAN, kemarin (1/5)
MEDI/Bengkulu Ekspress  Tim pemenangan Helmi-Dedy saat menggelar konferensi pers menanggapi isu-isu miring terhadap pasangan Helmi-Dedi di DPD PAN, kemarin (1/5)

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Menjelang pencoblosan Pilwakot yang kurang dari 2 bulan lagi, saat ini mulai banyak isu yang beredar simpang siur yang menyebabkan makin panasnya atmosfer Kota Bengkulu menuju Pilwakot.

Hal ini dialami pasangan Helmi-Dedy, pasalnya, keputusan calon pertahana Walikota, Helmi Hasan tak hadir pada debat terbuka pertama lalu, menimbulkan isu-isu negatif yang diduga dari tim pihak lawan. Pasalnya, Helmi dianggap tak serius dalam mengikuti kontestasi Pilwakot, dan menyarankan untuk mundur jika tak hadir dalam debat kedua nanti. “Sebenarnya Helmi menunjukkan bahwa dirinya bukanlah sosok yang ambisius, dalam mengejar jabatan Pilwakot ini. Tetapi beliau sangat serius, saya tahu betul itu, buktinya beliau mendaftar, dan mengikuti semua proses pilwakot,” kata Wakil Ketua Tim Pemenangan, Asmawar Arfan, saat menggelar konferensi pers di Sekretariat DPD PAN, yang didampingi Ketua Tim, Hj Mardiyanti dan Waka I DPW PAN Bengkulu, Dempo Xler, kemarin (1/5).

Selain itu, Asmawar juga menyampaikan, berdasarkan pengamatan Helmi dan penilaian Dedy Wahyudi, masyarakat Kota Bengkulu saat ini sudah sangat cerdas, dan tak gampang dipengaruhi dengan hal-hal yang bersifat adu domba, fitnah, serta menghujat dan menjatuhkan martabat orang lain. Didalam konteks Pilwakot ini masyarakat akan melihat yang objektif, pembangunan-pembangunan selama ini, mulai dari infrastruktur, peningkatan perekonomian masyarakat, dan didukung dengan prestasi-prestasi lainnya. Meskipun, harus diakui bahwa masih banyak kekurangan yang belum terselesaikan sepenuhnya pada periode pertama lalu.

Oleh sebab itu, untuk melanjutkan program-program pro rakyat dan pembangunan berikutnya, dalam hal ini Helmi lebih dulu menampilkan sosok calon Wakilnya Dedy Wahyudi, agar masyarakat tahu bahwa calon Wakilnya untuk memimpin Kota Bengkulu berikutnya bukan orang abal-abal, melainkan sosok muda yang memiliki kualitas.

Sehingga, jika terpilih nanti maka kepemimpinan Helmi-Dedy akan mampu mengemban amanah untuk memajukan Kota Bengkulu serta mensejahterakan masyarakat.

“Pak Helmi Hasan sangat paham bahwa Wakilnya kali ini sangat mampu, cerdas dan visioner serta dekat dengan masyarakat. Nah, ini juga bukti keseriusan Helmi, karena dia tidak sembarangan memilih calon wakilnya. Maka diharapkan masyarakat tidak termakan isu-isu yang menghujat tim Helmi-Dedy,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan, Hj Mardiyanti SH menuturkan untuk sama-sama menciptakan suasana pilwakot yang sehat berkompetisi dalam merebut simapti rakyat, dengan menghindari hal-hal yang menimbulkan gesekan antar pasangan calon (Paslon) dan pendukung menjadi kunci utama serta terciptanya suasana kondusif dan damai.

” Pertahana Helmi Hasan percaya bahwa rakyat Kota Bengkulu bisa menilai mana yang sudah bekerja dan mana yang hanya bicara saja. Sampai hari ini Helmi-Dedy tetap membuktkan keseriusannya untuk komitmen melanjutkan pembangunan kota lebih baik dan maju lagi,” tutur Mardiyanti.

Sementara itu, Calon Walikota, David Suardi memberikan sorotan tajam terhadap ketidakhadiran Helmi dalam debat publik tersebut, menurut David pihaknya sangat mengharapkan Helmi hadir pada debat tersebut, tetapi nyatanya tidak hadir sehingga dirasakan pertarungan ini tidak fair. Padahal proses debat ini sangat penting untuk menampilkan keempat paslon memaparkan visi-misi dan program sehingga ada perbandingan antar paslon, dan memancing partisipasi pemilih sesuai dengan penilaian masyarakat. Namun jika Helmi selaku calon pertahana tidak hadir maka pihaknya merasa diremehkan. Jika hal ini dikategorikan melanggar, maka pihaknya menyerahkan kebijakan sepenuhnya kepada KPU dan Panwas.

“Jangan seolah-olah cukup wakilnya saja itu sudah sanggup kok berhadapan dengan kita. Seakan-akan kita dianggap remeh jadinya. Paling tidak di debat kedua ini beliau bisa hadir, biar fair,” kata David. (805)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*