Heboh Kain Kafan Dalam Siring

1

ARGA MAKMUR, BE – Ratusan warga Desa Gunung Agung, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara (BU) sekitar pukul 16.30 WIB kemarin, heboh. Kehebohan ini terjadi karena adanya temuan kain kafan beserta tali dan kapas di dalam siring, tepatnya di depan rumah salah satu warga, Rulaini (50). Warga semakin heboh karena menduga ada mayat bayi dalam bungkusan kain kafan berisi kapas dan tali itu.

Kepala Desa Gunung Agung, Isharudin, membenarkan penemuan kain kafan oleh warganya ini, dia mengaku saat kejadian sedang ada acara, kemudian salah satu warganya menghubunginya, mengatakan ada penemuan kain kafan.

“Saya sedang ada acara, kemudian mendapat telepon ada penemuan kain kafan, mendengar hal tersebut saya langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). Lebih lanjut biar polisi yang menangani ini, agar lebih jelas, karena warga saya juga tidak ada yang melahirkan,” pungkas Kades.

Ramainya warga yang melihat bungkusan kain kafan itu sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Tak lama kemudian, polisi lalu lintas dan tim identifikasi Polres Bengkulu Utara datang mengatur lalu lintas dan mengangkat kain kafan yang diduga berisi bayi itu. Setelah diangkat tidak ditemukan mayat bayi seperti dugaan warga. Kain kafan tersebut hanya berisi tumpukan kapas dan tali kain kafan dengan sedikit bercak darah.
Menurut pengakuan Yohan Efin (47), warga sekitar, kemungkinan kain kafan ini dibawa anjing, dia sudah melihat kain kafan ini sejak siang hari, tepatnya di belakang rumahnya.

“Tidak mungkin jika kain ini berisi mayat bayi, saya melihat sejak tadi siang masih berada di belakang rumah saya. Asal kain itu saya juga tidak tahu. Dugaan saya kain ini bekas untuk membungkus mayat bayi tetapi saya yakin sudah tidak ada bayinya, dibawa anjing kemudian sampai kesini,” jelas Yohan.

Hal berbeda dikatakan Rulaini (50), tetangga Yohan, kain kafan tersebut sudah berada disamping rumahnya sejak pagi, kemudian dia membuang kain kafan tersebut ke siring. Dia mengaku tidak tahu apa-apa, tidak merasa curiga jika kain tersebut berisi bayi. Hanya saja, ada warga yang mengatakan kain yang dibuangnya tersebut seperti kain untuk membungkus bayi.

“Saya tidak tahu apa-apa, menurut saya itu hanya sampah biasa kemudian saya buang ke siring depan rumah. ,” jelas Nuarini sedikit terbata-bata lantaran gugup melihat ada polisi berpakain preman hendak meminta keterangan kepadanya.

Setelah meminta keterangan beberapa warga, tiga orang tim identifikasi polres bengkulu utara kemudian membawa kain kafan ke Polres BU guna diselidiki lebih lanjut.(167)