Hati-hati Ada Kolam di Tikungan Jalan

Bengkulu
Genangan air di tikungan jalan di sawangan Desa Taktoy -Jembatan Sungai Pisang Desa Air Apo Kecamatan PUT, Kabupaten Rejang Lebong, mengancam pengendara yang melintas.

PUT, Bengkulu Ekspress – Bagi pemudik yang akan melintasi jalan lintas Curup-Lubuklinggau persisnya di sawangan Desa Taktoy dengan Jembatan Pisang Desa Air Apo Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), mesti hati-hati, pasalnya di jalan yang menikung tersebut ada genangan air seperti kolam ikan yang berada di tengah badan jalan.

Kendaraan dari arah Desa Taktoy Kecamatan PUT menuju ke Kecamatan Binduriang atau ke arah Curup terpaksa makan badan jalan karena menghindari genangan air yang ada di badan jalan.
Selain itu, genangan air di tepi kiri itu juga sangat dalam hampir 1 meter sehingga banyak sudah kendaraan yang terperosok ke dalamnya. Genangan air ini kerap menggenangi badan jalan pada saat hujan sehingga tiap kali hujan badan jalan sepanjang lebih 5 meter ini digenangi air hujan karena tidak berfungsinya siring jalan.

Suyatno (40), salah satu pengendara asal Kota Lubuklinggau mengatakan dirinya sangat was was saat melintasi jalan yang digenangi air di tikungan jalan tersebut, karena kendaraan dari arah PUT terpaksa makan badan jalan karena mengindari genangan air.

“Kita khawatir dengan makan badan jalan akan terkadi laka lantas karena jalan itu juga persis di jalan yang menikung,” ujar Yatno.

Selain itu, kata pengendara yang melintas tiap hari itu, jalan di tikungan air yang tergenang itu juga licin sehingga rawan laka tunggal akibat adanya material tanah yang menempel di badan jalan.

“Kita berharap pihak terkait supaya cepat melakukan perbaikan siring jalan, supaya jalan tidak lagi digenangi air hujan, sebab sangat mengganggu lalu lintas jalan apa lagi saat ini jalur itu sangat ramai dilintasi pemudik yang akan berlebaran,” demikian Yanto.

Sementara itu, Kepala Desa Taktoy mengatakan tergenangnya air yang ke tengah badan jalan karena tidak berfungsinya siring jalan dan juga adanya rumpun bambu yang menghalangi jalan air.

“Kemarin itu pas hujan deras ada rumpun bambu yang longsor terguling ke tepi jalan sehingga saat hujan deras air tergenang hingga hampir menutupi badan jalan,” ungkap Zainul.

Dirinya selaku pemerintah desa setempat berharap supaya pihak PU Propinsi melalui dinas terkait supaya dapat memperbaiki siring jalan tersebut supaya saat hujan jalan tidak digenangi air hujan. Sebab bila pengendara yang melintas makan badan jalan terus menerus di khawatirkan akan terjadi hal hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.(222)