Hari Ini Sultan Dianugerahi Gelar Raja, Oleh Raja Pagaruyung

Sultan B Najamudian saat mencium tangan Raja Pagaruyung Sultan Muhammad Taufik Thaib Tuanku Mudo Mangkuto Alam
BENGKULU, BE – Raja Pagaruyung Sultan Muhammad Taufik Thaib Tuanku Mudo Mangkuto Alam tiba di Bengkulu Jumat kemarin (23/10) menggunakan jalur darat langsung dari Batu Sangkar, Sumatera Barat. Rombongan disambut Wakil Gubernur Sultan B Najamudin di perbatasan Kepahiang dan Bengkulu Tengah.
Selanjutnya, rombongan tersebut menuju ke salah satu desa bersejarah di Bengkulu Tengah yaitu Desa Rindu Hati, desa yang menjadi tempat singgah raja-raja dari Pagaruyung zaman dahulu.
Dalam kesempatan itu, Sultan Taufik mengungkapkan, kehadirannya ke Bengkulu dalam rangka silaturahmi dengan keluarga besar dan masyarakat Minang di Bengkulu. Selain itu, secara khusus memberikan gelar kepada Sultan B Najamudin sebagai tanda bahwa yang bersangkutan masih punya ikatan keluarga dan keturunan raja dari kerajaan Pagaruyung.
Sultan Taufik menjelaskan bahwa selain karena memilki garis keturunan, gelar diberikan karena Sultan dianggap berjasa mengharumkan nama baik kerajaan Pagaruyung.
Adapun gelar yang diberikan kepada Sultan B Najamudin adalah Tuanku Tumenggung Maharajasakti. Sultan Taufik menjelaskan, arti gelar tersebut sangat mulia. Tuanku adalah panggilan seorang raja yang berkuasa. Sementara Tumenggung adalah orang yang memerintah, sedangkan Maharaja Sakti, memiliki arti  raja dari segala raja yang memiliki kesaktian.
Penganugerahan gelar sendiri akan diberikan pada Sabtu hari ini (24/10). Sejumlah tokoh nasional dan raja dari berbagai kerajaan sudah hadir untuk menyaksikannya, seperti Prof Yusril Ihza Mahendra yang juga pernah mendapat gelar dari raja Pagaruyung pada saat menjabat sebagai Mensesneg. Raja-raja yang sudah hadir adalah Sultan Palembang, Sultan Banten, Sultan Solo dan Sultan Jayakarta.
Acara juga dimeriahkan dengan penampilan Febri, bintang Pantura 2 dan dimariahkan dengan pembagian doorprize.
Sesepuh Minang, Yunus Said atau Datuk Rajo Nan Kayo yangmerupakan panitia penganugrahan gelar raja tersebut menuturkan sampai hari ini persiapan acara yang dihelat depan halaman RB Sabtu malam pukul 20.00 WIB.
Disisi lain, Raja Alam Pagaruyung, Sutan Muhammad Taufik Thaib Tuanku Mudo Mangkuto Alam mengingatkan agar masyarakat Minang di Bengkulu bisa mendukung keluarganya sendiri Sultan Bahtiar Najamuddin sebagai Gubernur Bengkulu periode 2016 – 2021.
“Saya merasa orang Minang adalah orang yang arif bijaksana, dia tahu persis apa yang harus dia lakukan dan dia akan pilih karena dalam pepatah Minang raso ayik ke pamatang raso minyak ke kuali,” kata Sutan Muhammad.
Sutan Muhammad Taufik Thaib Tuanku Mudo Mangkuto Alam menuturkan pemberian gelar raja untuk Sultan dilatari karena Sultan keturunan Raja Pagaruyung. Sehingga pemberian gelar raja untuk cagub nomor urut dua tersebut merupakan pemberian hak, dan tidak ada hubungan dengan pencitraan politik saat ini. Bahkan meski Sultan tidak ada jabatan sekalipun, pihak kerajaan masih akan tetap memberikan dia gelar raja.
“Yang perlu diketahui masyarakat bahwa Sultan Bahtiar Najamuddin ini adalah salah satu keturunan Pagaruyung. Jadi memberikan gelar kepada dia ini apakah itu pejabat atau tidak pejabat bukan masalah,” ceritanya.
Pemberian gelar pada Sultan nanti kata dia, selain gelar raja sebagai keturunan juga sebagai kehormatan masyarakat Minang lantaran Sultan sudah berhasil mengabdi kepada Bangsa dan negara dengan track record dirinya terpilih sebagai anggota DPD RI dapil Bengkulu hingga diparuh jabatannya menjadi Wakil Gubernur Bengkulu.
“Apalagi dia sekarang salah seorang pejabat jadi wakil gubernur di Provinsi Bengukulu. Jadi pemberian gelar kehormatan ini adalah suatu rasa syukur kami keluarga yang di Pagaruyung dengan masyarakat adatnya sekaligus tanda penghargaan kami pada anggota keluarga yangs sudah berbakti pada bangsa dan negaranya. Jadi itu dasar dan latar belakang kita memberikan gelar kehormatan itu,” paparnya. (400)